Kemenristek Tegaskan Belum Ada Satupun Obat Spesifik Khusus COVID-19
Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:04 WIB
“Selain itu, selain alat kesehatan, kita juga ada obat dan terapi. Obat itu sedang kita teliti, banyak hal termasuk kalau kita dengar yang terakhir mengenai provinavir kemudian ritonavir ada digabung-gabung, dikombinasi dengan azitromisin dan lain sebagainya,” sambung Ali.
Ali juga melanjutkan selain obat dan terapi, konsorsium riset juga mengembangkan salah satunya terapi plasma konvalesen dan stem sel. “Nah kita juga tidak hanya berhenti pada obat tapi terapi. Terapi termasuk plasma konvalesen dengan teman-teman di Kementerian Kesehatan, RSPAD dan lain-lain,” katanya. (Baca juga: Pulih 4 Orang, 871 WNI di Luar Negeri Sembuh COVID-19)
Untuk stem sel, Ali menambahkan pengobatan ini juga telah terbukti di beberapa pasien COVID-19. “Nah, selain terapi kita juga menggunakan stem sel. Ini menarik stem sel, jadi dari jaringan paru yang sudah rusak ya, itu bisa kita berikan stem sel. Kemudian diganti jaringannya dengan yang baru gitu. Dan ini terbukti di beberapa pasien yang kita amati, yang kita teliti,” tutup Ali.
Ali juga melanjutkan selain obat dan terapi, konsorsium riset juga mengembangkan salah satunya terapi plasma konvalesen dan stem sel. “Nah kita juga tidak hanya berhenti pada obat tapi terapi. Terapi termasuk plasma konvalesen dengan teman-teman di Kementerian Kesehatan, RSPAD dan lain-lain,” katanya. (Baca juga: Pulih 4 Orang, 871 WNI di Luar Negeri Sembuh COVID-19)
Untuk stem sel, Ali menambahkan pengobatan ini juga telah terbukti di beberapa pasien COVID-19. “Nah, selain terapi kita juga menggunakan stem sel. Ini menarik stem sel, jadi dari jaringan paru yang sudah rusak ya, itu bisa kita berikan stem sel. Kemudian diganti jaringannya dengan yang baru gitu. Dan ini terbukti di beberapa pasien yang kita amati, yang kita teliti,” tutup Ali.
(kri)
Lihat Juga :