Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Senin, 22 April 2024 - 09:19 WIB
Guru besar Universitas Nasional (Unas) Kumba Digdowiseiso meminta semua pihak bersikap objektif terkait dirinya. Foto/istimewa
JAKARTA - Guru besar Universitas Nasional (Unas) Kumba Digdowiseiso meminta semua pihak bersikap objektif terkait dirinya. Sebelumnya, Prof Kumba dituding mencatut nama orang lain dalam publikasi ilmiah.

Kuasa hukum Prof Kumba, Ahmad Sobari, mengatakan, kliennya menyatakan tuduhan yang banyak beredar saat ini adalah tidak benar. Prof Kumba akan mengikuti proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) yang telah dibentuk oleh Unas untuk membuktikan bahwa tuduhan yang banyak diberitakan adalah tidak benar.



Ahmad Sobari menjelaskan, salah satu tuduhan tidak benar kepada kliennya adalah penggunaan 160 artikel pada 2023 dan 2024 untuk kepentingan menjadi guru besar atau profesor.

Baca juga: Unas Bentuk Tim Pencari Fakta Dugaan Pencatutan Nama oleh Prof Kumba Digdowiseiso

"Proses pengurusan guru besar Kumba Digdowiseiso dimulai dari 2021. Untuk mengurus menjadi guru besar, Kumba Digdowiseiso hanya menggunakan publikasi sebelum tahun 2023," kata Ahmad Sobari, Senin (22/4/2024).

Dengan demikian, tuduhan bahwa proses pengurusan guru besar Kumba Digdowiseiso menggunakan 160 artikel pada 2023 dan 2024 adalah tidak benar. Selain itu, dalam 160 naskah artikel tersebut nama Kumba Digdowiseiso 98% berperan sebagai penulis pendamping dan hanya 2% nama Kumba Digdowiseiso menjadi penulis tunggal maupun penulis pertama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!