Kemerosotan Demokrasi Indonesia, Dosen UGM: Lembaga Keadilan Cenderung Digunakan Melegitimasi Kekuasaan
Minggu, 21 April 2024 - 14:59 WIB
Dosen Fakultas Hukum UGM Sri Wiyanti Eddyono membacakan orasi di Balairung, UGM, Minggu (21/4/2024). Foto: iNews Media/Yohanes Demo
YOGYAKARTA - Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Wiyanti Eddyono menyoroti turunnya demokrasi Indonesia akibat banyaknya kecurangan-kecurangan dalam proses pemilu yang justru dilakukan lembaga keadilan.
Menurut dia, Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai dua pilar lembaga keadilan cenderung digunakan untuk melegitimasi kepentingan kekuasaan.
Baca juga: Film Dirty Vote, Dosen UGM: Sumbangsih Akademisi untuk Pendidikan Politik
Dia menganggap lolosnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dengan mengubah ketentuan batas usia sebagai contoh paling nyata kecurangan kekuasaan.
Menurut dia, Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai dua pilar lembaga keadilan cenderung digunakan untuk melegitimasi kepentingan kekuasaan.
Baca juga: Film Dirty Vote, Dosen UGM: Sumbangsih Akademisi untuk Pendidikan Politik
Dia menganggap lolosnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dengan mengubah ketentuan batas usia sebagai contoh paling nyata kecurangan kekuasaan.
Lihat Juga :