Idrus Marham Ungkap Alasan Prabowo dan Megawati Belum Bertemu
Jum'at, 12 April 2024 - 16:50 WIB
Pasalnya, tutur Idrus, untuk menentukan momentum yang tepat, tentu perlu pertimbangan-pertimbangan politik yang harus sudah diselesaikan sebelumnya. Salah satu di antaranya, adalah mereka harus tetap melakukan komunikasi politik secara intensif dengan para pendukungnya, baik Prabowo maupun Megawati tentu harus merawat suasana kebatinan pendukungnya tersebut.
"Sebab kalau tidak merawat suasana kebatinan, secara serta merta pendukung-pendukungnya itu pasti memvonis bahwa pimpinan ini dari partai ini tidak boleh dipercaya karena mengkhianati aspirasi kami. Nah ini kan perlu dirawat," ujarnya.
Pertimbangan selanjutnya, Idrus tak memungkiri jika berkaitan dengan politik praktis. Dia mengira, komunikasi yang dilakukan Prabowo maupun Megawati dengan masing-masing mitra partai politiknya belum tuntas.
"Boleh jadi karena setiap paslon ada beberapa partai di situ, tentu juga perlu ada komunikasi. Misal ada paslon, ada 5-6 partai yang mendukung, kan komunikasi yang satu belum tuntas betul ini akan timbulkan masalah baru secara politik praktis," tuturnya
Idrus menjelaskan, kaitannya dengan politik praktis ini adalah bagaimana komunikasi politik tersebut dibicarakan tentang peran-peran politik ke depan dari masing-masing partai politik pendukung. "Kalau gabung misalkan seperti apa, harmonisasinya seperti apa dan lain sebagainya. Polanya seperti apa, nah ini semua pertimbangan-pertimbangan politik praktis yang belum tuntas sehingga momentumnya belum ada," katanya.
"Sebab kalau tidak merawat suasana kebatinan, secara serta merta pendukung-pendukungnya itu pasti memvonis bahwa pimpinan ini dari partai ini tidak boleh dipercaya karena mengkhianati aspirasi kami. Nah ini kan perlu dirawat," ujarnya.
Pertimbangan selanjutnya, Idrus tak memungkiri jika berkaitan dengan politik praktis. Dia mengira, komunikasi yang dilakukan Prabowo maupun Megawati dengan masing-masing mitra partai politiknya belum tuntas.
"Boleh jadi karena setiap paslon ada beberapa partai di situ, tentu juga perlu ada komunikasi. Misal ada paslon, ada 5-6 partai yang mendukung, kan komunikasi yang satu belum tuntas betul ini akan timbulkan masalah baru secara politik praktis," tuturnya
Idrus menjelaskan, kaitannya dengan politik praktis ini adalah bagaimana komunikasi politik tersebut dibicarakan tentang peran-peran politik ke depan dari masing-masing partai politik pendukung. "Kalau gabung misalkan seperti apa, harmonisasinya seperti apa dan lain sebagainya. Polanya seperti apa, nah ini semua pertimbangan-pertimbangan politik praktis yang belum tuntas sehingga momentumnya belum ada," katanya.
Lihat Juga :