Lebaran Vibe, Konsumsi, Digitalisasi

Senin, 08 April 2024 - 09:03 WIB
Di tengah tantangan ekonomi global dan inflasi yang tinggi, peningkatan konsumsi rumah tangga berhasil menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih terjaga. Konsumsi rumah tangga, yang memiliki kontribusi lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, berhasil tumbuh 4,82% di 2023.

Kenaikan upah minimum dan bantuan sosial pemerintah menjadi faktor pendorong utama peningkatan konsumsi rumah tangga Indonesia. Kini, memasuki 2024, sejumlah kalangan pun menilai bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh di atas level 5% seiring dengan masih tetap kuatnya konsumsi masyarakat, terutama pada kuartal pertama 2024 dengan adanya momentum Ramadan dan Idulfitri.

Indikator tersebut terlihat dari hasil survei Bank Indonesia (BI) yang dirilis pada Maret 2024 yang menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan terpantau meningkat. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2024 berada dalam zona optimistis sebesar 135,3 lebih tinggi dibandingkan dengan 134,5 pada Januari 2024.

Selain itu, di sisi ekspektasi konsumen terhadap penghasilan ke depan, juga mengalami peningkatan pada seluruh tingkat pengeluaran. Terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1 juta - Rp2 juta. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok usia 31-40 tahun.

Berdasarkan sejumlah indikator tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh di atas level 5% sejalan dengan konsumsi yang tetap kuat.

Pertumbuhan Ekonomi dalam Budaya Lebaran Indonesia

Setiap tahun, Ramadan di Indonesia selalu diikuti dengan penuh keceriaan dan kebersamaan, diakhiri dengan perayaan besar Lebaran . Selain aspek keagamaannya, Lebaran juga diwarnai oleh tradisi budaya yang khas, salah satunya adalah tradisi "baju baru" dan "anjangsana".

Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Lebaran menjadi salah satu momentum penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Masifnya pergerakan pemudik yang disertai dengan aktivitas konsumsi yang besar membuat roda perekonomian terus melaju.

Hal ini terjadi lantaran besaran pengeluaran untuk konsumsi cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Masifnya pergerakan manusia tersebut berpotensi besar meningkatkan jumlah perputaran uang dalam tempo singkat. Kebijakan pemerintah untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) 100% juga berasal dari argument yang sama, demikian juga untuk pekerja swasta THR yang diperoleh diharapkan berdampak positif untuk perekonomian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!