Aksi Nyata Lebih Dibutuhkan Dibanding Boikot
Sabtu, 06 April 2024 - 15:25 WIB
Sejumlah pakar dan ulama menilai aksi bantuan nyata lebih dibutuhkan dibanding melakukan boikot. FOTO/IST
JAKARTA - Sejumlah pakar dan ulama menilai aksi bantuan nyata lebih dibutuhkan dibanding melakukan boikot menyusul agresi Israel ke Palestina. Warga di lokasi terdampak konflik tersebut akan lebih merasakan bantuan langsung.
Hal tersebut juga dilakukan Masjid Istiqlal. Imam Besar Masjid Istiqlal, Profesor Nasarudin Umar menjelaskan bahwa perbuatan baik yang akan dilakukan pribadi atau institusi yang ingin memberikan bantuan jangan dihentikan.
"Kami tidak melihat itu. Siapa pun yang ingin berbuat baik, baik pribadi atau institusi kami terima," kata Nasarudin Umar dalam keterangan dikutip, Sabtu (6/4/2024).
Setali tiga uang, Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI) Andi YH Djuwaeli menilai bantuan lebih dibutuhkan warga Palestina dibanding ramai-ramai melakukan aksi boikot. Menurutnya, publik juga tidak perlu saling menjatuhkan sebuah instansi tertentu menyusul gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang tengah menggaung.
Hal tersebut juga dilakukan Masjid Istiqlal. Imam Besar Masjid Istiqlal, Profesor Nasarudin Umar menjelaskan bahwa perbuatan baik yang akan dilakukan pribadi atau institusi yang ingin memberikan bantuan jangan dihentikan.
"Kami tidak melihat itu. Siapa pun yang ingin berbuat baik, baik pribadi atau institusi kami terima," kata Nasarudin Umar dalam keterangan dikutip, Sabtu (6/4/2024).
Setali tiga uang, Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI) Andi YH Djuwaeli menilai bantuan lebih dibutuhkan warga Palestina dibanding ramai-ramai melakukan aksi boikot. Menurutnya, publik juga tidak perlu saling menjatuhkan sebuah instansi tertentu menyusul gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang tengah menggaung.
Lihat Juga :