BNPP: Pertemuan BIMP-EAGA 2024 Sinergi Menuju Pembangunan Kawasan Perbatasan
Jum'at, 22 Maret 2024 - 23:29 WIB
Baca juga: Dianggarkan Rp7,7 Triliun, Mendagri Tegaskan Awasi Pembangunan Perbatasan
Selain itu, telah dilaksanakan pula Strategic Refinements in Accelerating Cooperation Together (ACT) BIMP-EAGA Vision 2025 Midterm Review untuk menyelaraskan rencana kerja dan review terhadap visi BIMP-EAGA hingga tahun 2025. "Dibahas juga kemajuan Study and Assessment BIMP-EAGA Economic Corridors dan Joint BIMP-EAGA and IMT-GT Blue Economy Strategy 2030," tambahnya.
Diskusi mendalam mengenai isu-isu strategis dilakukan dalam Breakout Session Cluster Working Groups (CWGs), termasuk tinjauan terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan dan identifikasi deliverables untuk tahun 2024.
"Pembahasan mengenai pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi fokus utama BIMP-EAGA, termasuk kerja sama dengan negara-negara mitra seperti Jepang dan Korea Selatan dalam hal inovasi pengembangan start-up bagi UKM, peningkatan kapasitas dan kapabilitas UKM serta peluang kerjasama ekonomi strategis," jelas Kurnianingrum.
Isu lain yang dibahas adalah pengembangan Data Statistik melalui program Core Indicator System (CIS), sertifikasi halal, digital wallet, dan hambatan perdagangan lintas batas, serta kerjasama dengan Korea Selatan melalui BIMP-EAGA and Republic of Korea Cooperation Fund (BKCF).
Pertemuan BIMP-EAGA SPM 2024 menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara negara anggota untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
Agenda BIMP-EAGA lainnya meliputi Trade and Investment Promotion Cluster Meeting di Davao, Filipina, serta Ministerial Meeting dan pertemuan terkait di Kota Kinabalu, Malaysia.
Selain itu, telah dilaksanakan pula Strategic Refinements in Accelerating Cooperation Together (ACT) BIMP-EAGA Vision 2025 Midterm Review untuk menyelaraskan rencana kerja dan review terhadap visi BIMP-EAGA hingga tahun 2025. "Dibahas juga kemajuan Study and Assessment BIMP-EAGA Economic Corridors dan Joint BIMP-EAGA and IMT-GT Blue Economy Strategy 2030," tambahnya.
Diskusi mendalam mengenai isu-isu strategis dilakukan dalam Breakout Session Cluster Working Groups (CWGs), termasuk tinjauan terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan dan identifikasi deliverables untuk tahun 2024.
"Pembahasan mengenai pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi fokus utama BIMP-EAGA, termasuk kerja sama dengan negara-negara mitra seperti Jepang dan Korea Selatan dalam hal inovasi pengembangan start-up bagi UKM, peningkatan kapasitas dan kapabilitas UKM serta peluang kerjasama ekonomi strategis," jelas Kurnianingrum.
Isu lain yang dibahas adalah pengembangan Data Statistik melalui program Core Indicator System (CIS), sertifikasi halal, digital wallet, dan hambatan perdagangan lintas batas, serta kerjasama dengan Korea Selatan melalui BIMP-EAGA and Republic of Korea Cooperation Fund (BKCF).
Pertemuan BIMP-EAGA SPM 2024 menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara negara anggota untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
Agenda BIMP-EAGA lainnya meliputi Trade and Investment Promotion Cluster Meeting di Davao, Filipina, serta Ministerial Meeting dan pertemuan terkait di Kota Kinabalu, Malaysia.
Lihat Juga :