Permukiman Sehat Bebas Kebakaran

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 11:58 WIB
Nirwono Joga
Nirwono Joga

Pusat Studi Perkotaan



SUDAH jatuh tertimpa tangga. Kawasan permukiman padat merupakan salah satu kluster penyebaran Covid-19 yang harus ditangani. Kawasan padat bangunan, rumah saling berhimpitan rapat, serta jumlah penduduk padat membuat protokol kesehatan, seperti menjaga jarak fisik sulit diterapkan.

Kondisi rumah yang pengap, sirkulasi udara dan cahaya terbatas, sanitasi buruk, ketiadaan instalasi pengolahan air limbah, serta saluran air mampet membuat kualitas lingkungan permukiman sangat tidak sehat. Lingkungan tidak sehat membuat warga rentan sakit, mudah tertular Covid-19.

Di tengah upaya penghentian penyebaran Covid-19, kebakaran di pemukiman padat justru kembali terulang. Kali ini menimpa warga di RT 001, 002, 003, 005, dan 010 di RW 005 Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (11/8). Kebakaran menghanguskan 102 rumah, serta 987 jiwa dari 382 kepala keluarga harus mengungsi. Tak ada korban jiwa.

Kebakaran terjadi akibat ledakan kompor gas yang berasal dari salah satu rumah warga. Permukiman yang terlalu rapat dan bahan bangunan rumah yang mudah terbakar membuat api merambat begitu cepat. Ruang jalan yang sempit mempersulit proses evakuasi dan upaya pemadaman kebakaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!