MUI Ajak Umat Saling Menghargai Perbedaan Awal Ramadan
Jum'at, 01 Maret 2024 - 23:31 WIB
Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan mengajak umat Islam di Indonesia untuk menghargai dan menghormati perbedaan awal Ramadan 1445H/2024M, Jumat (1/3/2024). Foto/Widya Michella/SINDOnews
JAKARTA - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) , Amirsyah Tambunan mengajak umat Islam di Indonesia untuk menghargai dan menghormati perbedaan awal Ramadan 1445H/2024M. Sebab, hal tersebut kerap kali terjadi antara pemerintah dengan Muhammadiyah dan semuanya dapat dipertanggungjawabkan.
"Jika terjadi perbedaan, maka semua pihak harus saling menghargai, menghormati perbedaan itu. Karena, masing-masing punya argumentasi yang diyakini bisa dipertanggungjawabkan atas perbedaan itu. Intinya itu, menghargai perbedaan jika terjadi penetapan satu Ramadan yang berbeda," kata Amirsyah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024).
Menurutnya, yang terpenting adalah esensi dalam menjalankan ibadah puasa bagi semua umat Muslim. "Kalau ditanya, kapan kita wajib berpuasa, ya 1 Ramadan. Tidak ada perbedaan di situ," ucapnya.
Sebagai informasi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idul Fitri 1 Syawal pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Idul Adha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024. Keputusan penetapan itu dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.
Baca juga: Tentukan Awal Ramadan 1445 H, Kemenag Pantau Hilal di 134 Titik
Sementara Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), menyampaikan penegasan terkait awal bulan Ramadan 1445 H/2024 M. Dia menyatakan bahwa 1 Ramadan 1445 H diprediksi bertepatan dengan 12 Maret 2024.
"Jika terjadi perbedaan, maka semua pihak harus saling menghargai, menghormati perbedaan itu. Karena, masing-masing punya argumentasi yang diyakini bisa dipertanggungjawabkan atas perbedaan itu. Intinya itu, menghargai perbedaan jika terjadi penetapan satu Ramadan yang berbeda," kata Amirsyah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024).
Menurutnya, yang terpenting adalah esensi dalam menjalankan ibadah puasa bagi semua umat Muslim. "Kalau ditanya, kapan kita wajib berpuasa, ya 1 Ramadan. Tidak ada perbedaan di situ," ucapnya.
Sebagai informasi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idul Fitri 1 Syawal pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Idul Adha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024. Keputusan penetapan itu dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.
Baca juga: Tentukan Awal Ramadan 1445 H, Kemenag Pantau Hilal di 134 Titik
Sementara Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), menyampaikan penegasan terkait awal bulan Ramadan 1445 H/2024 M. Dia menyatakan bahwa 1 Ramadan 1445 H diprediksi bertepatan dengan 12 Maret 2024.
Lihat Juga :