Ganjar Dapat Rumus Matematika KPU 2+2 = 22 dari Masyarakat Jogja: Kalau Tak Tersinggung Mati Rasa
Sabtu, 24 Februari 2024 - 13:04 WIB
Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mengaku menemukan hal yang unik namun menggelitik perasaan saat bertemu dengan masyarakat di Yogyakarta. Foto/MPI
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mengaku menemukan hal yang unik namun menggelitik perasaan saat bertemu dengan masyarakat di Yogyakarta. Masyarakat mulai menjadikan rumus matematika yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai hal yang jenaka.
"Saya lagi di Jogja dan bertemu masyarakat. Mereka menyindir dengan cara yang lucu-lucu matematika ala KPU dimana 2+2 = 22. Kemudian 4+1 = 41. Itu yang lucu-lucu," ujar Ganjar dalam refleksi Pemilu 2024 lintas benua, Sabtu (24/2/2024).
Baca juga: Ganjar Ungkap Server Sirekap KPU Ada di Singapura
Dia menyebut bahwa pernyataan tersebut selain lucu-lucuan juga sekaligus menyentuh perasaan. Namun, dia sanksi apakah ada pihak yang merasa tersinggung dengan hal tersebut meski. Jika tidak ada yang merasa merasa tersinggung berarti tidak hanya etik dan moral yang telah mati tapi juga perasaan telah mati.
"Tapi, kalau nggak ada yang tersinggung sama sekali rasa-rasanya perasaan sudah mati etika sudah mati moral. Maka saya khawatir," jelasnya.
Meski jelas terjadi kematian moral dan etika, Ganjar mengingatkan pada masyarakat untuk tetap menjaga amarah agar tidak membuat terjadinya amarah. Apa lagi amarah dilakukan dengan merusak sesuatu.
"Saya lagi di Jogja dan bertemu masyarakat. Mereka menyindir dengan cara yang lucu-lucu matematika ala KPU dimana 2+2 = 22. Kemudian 4+1 = 41. Itu yang lucu-lucu," ujar Ganjar dalam refleksi Pemilu 2024 lintas benua, Sabtu (24/2/2024).
Baca juga: Ganjar Ungkap Server Sirekap KPU Ada di Singapura
Dia menyebut bahwa pernyataan tersebut selain lucu-lucuan juga sekaligus menyentuh perasaan. Namun, dia sanksi apakah ada pihak yang merasa tersinggung dengan hal tersebut meski. Jika tidak ada yang merasa merasa tersinggung berarti tidak hanya etik dan moral yang telah mati tapi juga perasaan telah mati.
"Tapi, kalau nggak ada yang tersinggung sama sekali rasa-rasanya perasaan sudah mati etika sudah mati moral. Maka saya khawatir," jelasnya.
Meski jelas terjadi kematian moral dan etika, Ganjar mengingatkan pada masyarakat untuk tetap menjaga amarah agar tidak membuat terjadinya amarah. Apa lagi amarah dilakukan dengan merusak sesuatu.
Lihat Juga :