Prihatin Kecurangan Pemilu 2024, Rhoma Irama dan Pedangdut Senior Keluarkan Sikap
Jum'at, 23 Februari 2024 - 19:26 WIB
Dia menegaskan pernyataan sikap ini murni suara hatinya, penyanyi dangdut lain, serta ormas yang menginginkan pemilu adil, jujur, dan damai bukan merupakan pesanan atau permintaan paslon mana pun.
“Kami ini hanya mewakili suara rakyat, sengaja capres yang kami dukung nggak hadir dan nggak diatur paslon. Kesadaran sendiri upaya menggolkan hasrat ini kita hanya berjuang dan berikhtiar seperti dikatakan untuk menegakkan amar mahruf hasilnya hanya diputuskan Allah SWT sehingga menghasilkan pemimpin yang legitimasi dan terpilih, pemimpin amanah, serta berpihak pada rakyat,” ungkapnya.
“Itulah yang saya maksud ikhtiar perjuangan dalam pernyataan sikap saya nyatakan secara proporsional dan profesional sehingga upaya menegakkan kebenaran agar tak memecah belah persatuan sehingga meminta pendukung paslon mana pun baik 01, 02, dan 03 tidak mudah diadu domba,” sambungnya.
Rhoma Irama menyatakan ada empat poin yang disampaikan terkait dugaan kecurangan pemilu 2024. “Mengawal dan memastikan pemilu berlangsung jujur dan adil dengan ikut mengawasi perhitungan suara di KPU,” katanya.
“Yang kedua menyampaikan berbagai bukti kecurangan baik penyalahgunaan bansos, politik uang, tekanan oleh aparat dan lain-lain, kepada pihak yang bertanggung jawab termasuk melalui tim sukses masing-masing paslon,” tambahnya.
Kemudian, yang ketiga Rhoma Irama mengajak untuk mendorong Bawaslu, MK, dan DPR guna mengambil keputusan yang adil atas berbagai manipulasi yang terjadi pada pemilu 2024.
Terakhir, Rhoma meminta para pemimpin kembali menggunakan hati nurani dan akal sehat dalam melangkah dan menempatkan etika dan moral sebagai nilai-nilai yang utama.
Pedangdut kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal hasil penghitungan suara resmi Pemilu 2024 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia turut mendorong masyarakat agar tidak takut melaporkan berbagai temuan kecurangan.
“Kami ini hanya mewakili suara rakyat, sengaja capres yang kami dukung nggak hadir dan nggak diatur paslon. Kesadaran sendiri upaya menggolkan hasrat ini kita hanya berjuang dan berikhtiar seperti dikatakan untuk menegakkan amar mahruf hasilnya hanya diputuskan Allah SWT sehingga menghasilkan pemimpin yang legitimasi dan terpilih, pemimpin amanah, serta berpihak pada rakyat,” ungkapnya.
“Itulah yang saya maksud ikhtiar perjuangan dalam pernyataan sikap saya nyatakan secara proporsional dan profesional sehingga upaya menegakkan kebenaran agar tak memecah belah persatuan sehingga meminta pendukung paslon mana pun baik 01, 02, dan 03 tidak mudah diadu domba,” sambungnya.
Rhoma Irama menyatakan ada empat poin yang disampaikan terkait dugaan kecurangan pemilu 2024. “Mengawal dan memastikan pemilu berlangsung jujur dan adil dengan ikut mengawasi perhitungan suara di KPU,” katanya.
“Yang kedua menyampaikan berbagai bukti kecurangan baik penyalahgunaan bansos, politik uang, tekanan oleh aparat dan lain-lain, kepada pihak yang bertanggung jawab termasuk melalui tim sukses masing-masing paslon,” tambahnya.
Kemudian, yang ketiga Rhoma Irama mengajak untuk mendorong Bawaslu, MK, dan DPR guna mengambil keputusan yang adil atas berbagai manipulasi yang terjadi pada pemilu 2024.
Terakhir, Rhoma meminta para pemimpin kembali menggunakan hati nurani dan akal sehat dalam melangkah dan menempatkan etika dan moral sebagai nilai-nilai yang utama.
Pedangdut kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal hasil penghitungan suara resmi Pemilu 2024 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia turut mendorong masyarakat agar tidak takut melaporkan berbagai temuan kecurangan.
Lihat Juga :