Masyarakat Butuh Banyak Pilihan Alternatif Pengganti Kantong Plastik
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:38 WIB
Taufik memberi contoh, misalnya di lapangan, banyak toko-toko atau mal-mal, diarahkan terutama ke kertas atau spunbond (pp non woven) yang merupakan senyawa polypropylene (plastik konvensional), dimana masih mengandung mikroplastik.
"Selain itu penggunaan kantong belanja dengan kertas selain sulit dipakai ulang, maka bila terlalu banyak penggunaan kertas menjadi isu lingkungan juga karena akan terjadi kembali penebangan hutan yang besar-besaran. Sementara kalau pakai polypropylene/kain spunbond tersebut," ucapnya.
"Itu adalah bahan yang sama untuk masker, APD, dlsb., sehingga ada kompetisi dan keterbatasan bahan mentah, yang nanti ujung2nya akan memperbanyak impor bahan tersebut, dan masker dan APD tambah mahal karena banyak bahan polypropylene tersebut dibuat jadi kantong belanja," tambahnya.
Menurut Taufik, tentang kantong-kantong daun, ranting, anyaman, itu saya lihat bagus sekali. Tetapi memang masih ada keterbatasan yaitu terutama dari fungsional yang tidak rapat sehingga air-air bisa keluar / menetes. Lalu juga lebih cepat rusak sehingga pakai ulangnya terbatas.
"Dan mungkin keterbatasan lain adalah jumlah bahan dasarnya pun terbatas dan cara produksi manual, sehingga ini bagus dan stimulasi ekonomi UKM. Tetapi untuk yang kebutuhan rakyat DKI yang jumlahnya kalau siang bisa sampai 20 jt orang, butuh banyak pilihan-pilihan lain yang bisa di produksi secara industri juga ya sehingga terjangkau sebanyak mungkin orang dengan harga yang terjangkau juga," kata Taufik
"Selain itu penggunaan kantong belanja dengan kertas selain sulit dipakai ulang, maka bila terlalu banyak penggunaan kertas menjadi isu lingkungan juga karena akan terjadi kembali penebangan hutan yang besar-besaran. Sementara kalau pakai polypropylene/kain spunbond tersebut," ucapnya.
"Itu adalah bahan yang sama untuk masker, APD, dlsb., sehingga ada kompetisi dan keterbatasan bahan mentah, yang nanti ujung2nya akan memperbanyak impor bahan tersebut, dan masker dan APD tambah mahal karena banyak bahan polypropylene tersebut dibuat jadi kantong belanja," tambahnya.
Menurut Taufik, tentang kantong-kantong daun, ranting, anyaman, itu saya lihat bagus sekali. Tetapi memang masih ada keterbatasan yaitu terutama dari fungsional yang tidak rapat sehingga air-air bisa keluar / menetes. Lalu juga lebih cepat rusak sehingga pakai ulangnya terbatas.
"Dan mungkin keterbatasan lain adalah jumlah bahan dasarnya pun terbatas dan cara produksi manual, sehingga ini bagus dan stimulasi ekonomi UKM. Tetapi untuk yang kebutuhan rakyat DKI yang jumlahnya kalau siang bisa sampai 20 jt orang, butuh banyak pilihan-pilihan lain yang bisa di produksi secara industri juga ya sehingga terjangkau sebanyak mungkin orang dengan harga yang terjangkau juga," kata Taufik
Lihat Juga :