Menangkan Pilpres 5 Kali Berturut-turut, Denny JA Terima The Legend Award
Senin, 19 Februari 2024 - 14:30 WIB
Ia menjelaskan, ada tiga kantong besar suara yang potensial dibawa Gibran. Pertama, pemilih yang puas pada kinerja Jokowi, banyaknya 80% populasi. Kedua, pemilih milenial ke bawah (50%) dan pemilih Jawa Tengah (14 %). Walau pemilih Jawa Tengah lebih kecil, tapi strategis karena langsung membelah suara Ganjar Pranowo di kandang banteng.
"Data ini yang saya bawa ke Prabowo dan ke Jokowi. Saya yakinkan bahwa Gibran potensial membawa kemenangan jika dipasangkan dengan Prabowo," katanya.
Masalahnya, saat itu UU Pemilu melarang cawapres di bawah usia 40 tahun. Tapi UU bisa di-review karena batas usia itu tak ada di konstitusi. Jika ada di konstitusi, maka akan jauh lebih susah karena amandemen konstitusi itu prosesnya sangat panjang.
Kritik dan hujatan pun mengalir. Kubu Ganjar menyerang Jokowi keras sekali, termasuk Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Kemudian abakadabra, elektabilitas Ganjar justru merosot dan Prabowo-Gibran justru menjulang.
Jika sebelumnya Ganjar dan Prabowo saling mengalahkan di angka 33-35%, setelah Gibran masuk menjadi cawapres secara resmi, peta elektabilitas berubah drastis. Prabowo-Gibran melonjak ke atas 40%. Ganjar-Mahfud merosot ke bawah 27%. Sementara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar lebih rendah lagi.
"Ketika saya mengumumkan survei itu, saya dihujat. Orang-orang terpelajar tak percaya. Gibran dihujat, kok malah naik. Ganjar yang dibela aktivis demokrasi, kok malah turun?" tutur Denny JA.
"Data ini yang saya bawa ke Prabowo dan ke Jokowi. Saya yakinkan bahwa Gibran potensial membawa kemenangan jika dipasangkan dengan Prabowo," katanya.
Masalahnya, saat itu UU Pemilu melarang cawapres di bawah usia 40 tahun. Tapi UU bisa di-review karena batas usia itu tak ada di konstitusi. Jika ada di konstitusi, maka akan jauh lebih susah karena amandemen konstitusi itu prosesnya sangat panjang.
Kritik dan hujatan pun mengalir. Kubu Ganjar menyerang Jokowi keras sekali, termasuk Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Kemudian abakadabra, elektabilitas Ganjar justru merosot dan Prabowo-Gibran justru menjulang.
Jika sebelumnya Ganjar dan Prabowo saling mengalahkan di angka 33-35%, setelah Gibran masuk menjadi cawapres secara resmi, peta elektabilitas berubah drastis. Prabowo-Gibran melonjak ke atas 40%. Ganjar-Mahfud merosot ke bawah 27%. Sementara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar lebih rendah lagi.
"Ketika saya mengumumkan survei itu, saya dihujat. Orang-orang terpelajar tak percaya. Gibran dihujat, kok malah naik. Ganjar yang dibela aktivis demokrasi, kok malah turun?" tutur Denny JA.
Lihat Juga :