TPN Ganjar-Mahfud: Quick Count Jangan Menimbulkan Persepsi Menyesatkan
Selasa, 13 Februari 2024 - 18:09 WIB
Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis meminta quick count jangan menimbulkan persepsi menyesatkan. Foto/MPI
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menegaskan quick count atau hitung cepat surat suara Pemilu 2024 jangan sampai menimbulkan persepsi yang menyesatkan. Pasalnya, penyesatan itu sangat berbahaya bagi demokrasi.
“Jadi jangan menimbulkan persepsi yang menyesatkan, karena sangat berbahaya untuk demokrasi dan bisa mencederai kedaulatan rakyat yang menentukan siapa calon pemimpinnya,” ujar Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, Selasa (13/2/2024).
Todung menambahkan, hasil hitung cepat tersebut bukanlah hasil resmi karena hasil penghitungan finalnya adalah penghitungan manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), satu bulan setelah pelaksanaan pemungutan suara.
Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Ingatkan Lembaga Survei Pakai Metodologi Sesuai Kaidah Ilmiah saat Quick Count Pemilu 2024
Todung menambahkan, sejauh ini ada kegelisahan dan keresahan di ruang publik karena ada pertanyaan mengenai kredibilitas seperti yang dulu dialami saat pelaksanaan pilpres sebelumnya. Hal itu lantaran tidak mencerminkan output dari hasil sebenarnya dari pencoblosan itu sendiri.
“Pertanyaannya, apakah quick count itu fair atau tidak, apakah quick count itu imparsial atau tidak, apakah quick count itu bebas atau tidak, ini menjadi pertanyaan yang muncul setiap pelaksanaan pilpres,” tegasnya.
“Jadi jangan menimbulkan persepsi yang menyesatkan, karena sangat berbahaya untuk demokrasi dan bisa mencederai kedaulatan rakyat yang menentukan siapa calon pemimpinnya,” ujar Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, Selasa (13/2/2024).
Todung menambahkan, hasil hitung cepat tersebut bukanlah hasil resmi karena hasil penghitungan finalnya adalah penghitungan manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), satu bulan setelah pelaksanaan pemungutan suara.
Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Ingatkan Lembaga Survei Pakai Metodologi Sesuai Kaidah Ilmiah saat Quick Count Pemilu 2024
Todung menambahkan, sejauh ini ada kegelisahan dan keresahan di ruang publik karena ada pertanyaan mengenai kredibilitas seperti yang dulu dialami saat pelaksanaan pilpres sebelumnya. Hal itu lantaran tidak mencerminkan output dari hasil sebenarnya dari pencoblosan itu sendiri.
“Pertanyaannya, apakah quick count itu fair atau tidak, apakah quick count itu imparsial atau tidak, apakah quick count itu bebas atau tidak, ini menjadi pertanyaan yang muncul setiap pelaksanaan pilpres,” tegasnya.
Lihat Juga :