Di Hadapan Ribuan Warga Malang, Mahfud: Siapa Pun yang Sewenang-wenang Hanya Menunggu Waktu

Rabu, 07 Februari 2024 - 21:14 WIB
Ia membandingkan dengan para pemimpin besar dunia seperti Mahatma Gandhi yang menjadi pejuang kemerdekaan India, memimpin negara dengan penuh kasih kemanusiaan dan memperjuangkan rakyatnya, maka ia dikenang oleh rakyatnya dan dunia sebagai pejuang kemerdekaan yang penuh rasa kasih sayang.

"Ingat sejarah akan menyatakan itu, kehidupan ini berputar, siapa yang merasa kuat sekarang pada saatnya akan lemah. Saudara lihat Pak Harto (Soeharto Presiden Indonesia ke-2), kurang apa Pak Harto, dulu kalau Pak Harto berjalan, Pak Harto berdehem, hem! Orang se-Indonesia akan ikut berdehem, karena saking berwibawanya dan kuatnya Pak Harto," bebernya.

"Tanggal 21 Maret 98, Pak Harto dipilih secara aklamasi oleh seluruh anggota MPR, yang mewakili jutaan rakyat Indonesia aklamasi, dipilih tidak ada calon lain yang lebih bagus dari ini, hanya ini yang bagus. Tapi dua bulan kemudian pada tanggal 21 Mei, hanya dua bulan Pak Harto sesudah itu jatuh dengan terhinakan," imbuhnya.



Baca juga: Mahfud MD Komitmen Berpihak pada Disabilitas: Saya berjanji di Malang, Kalau Bohong Nanti Tagih

Pria berusia 66 tahun ini menuturkan, Soeharto di akhir-akhir pemerintahannya antidemokrasi yang membuat rakyat bergerak. Maka inilah yang disebut Mahfud, seorang penguasa janganlah sewenang-wenang karena sejarah sudah mengajarkan kepada siapa pun.

"Sejarah akan mengajarkan itu, kepada siapa pun yang ingin sewenang-wenang hanya nunggu waktu," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!