Siti Atikoh Dinobatkan sebagai Bunda Asuh Difabel

Selasa, 06 Februari 2024 - 21:31 WIB
Atikoh menceritakan pengalaman tak mengenakannya saat menghadiri sebuah acara dan berkomunikasi dengan masyarakat banyak. Di tempat yang sama juga dihadiri kaum difabel namun tidak ada penerjemahnya atau orang yang mengerti bahasa isyarat.

"Sementara teman-teman tuli yang hadir banyak sekali dan itu saya merasa bersalah sekali karena berarti saya kurang merangkul mereka dan itu jadi pembelajaran buat kita juga ketika ada acara yang itu banyak melibatkan teman-teman tuli harus ada penerjemah karena saya juga ada keterbatasan juga," bebernya.

Atikoh mengaku sangat menyerap aspirasi dari kaum difabel. Ada banyak hal-hal yang selama ini menjadi kendala dari kaum difabel. "Kalau teman-teman difabel butuh aksesibilitas, karena enggak semua transportasi ramah disabilitas. Kalau tunanetra butuh jalan, teman-teman tuli butuh bahasa isyarat. Itu yang disampaikan dan juga tentang kesetaraan di sekolah dan dunia kerja.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!