Tantangan Supply Chain Vaksin Korona di Indonesia
Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:07 WIB
Setelah memproduksi, vaksin didistribusikan ke seluruh Indonesia. Selama ini Presiden Jokowi mengutamakan pembangunan Indonesia sentris, maka sepertinya distribusi akan dilakukan ke seluruh wilayah Indonesia sejak gelombang pertama ketersediaan vaksin. Dengan demikian, vaksin di kota-kota besar pun akan tersedia dalam beberapa gelombang, Sehingga, bukan tidak mungkin masyarakat di kota-kota besar perlu menunggu gilirannya untuk mendapatkan vaksin.
Distribusi ke seluruh Indonesia adalah tantangan tersendiri, misalnya kapasitas kapal dan pesawat pengangkut, kondisi jalan raya, dan berbagai kondisi di pelosok. Jika pabrik terletak di sekitar Jabodetabek dan akan dikirim ke Ibu Kota provinsi, membutuhkan waktu satu hari menggunakan pesawat. Dari Ibu Kota provinsi ke Kabupaten butuh satu hari lagi. Untuk menjangkau pelosok, total lead time selama tujuh hari.
Setelah vaksin tiba di rumah sakit atau puskesmas, pertanyaan berikutnya adalah, berapakah kapasitas dokter dan tim medis dalam memberi vaksin setiap hari?
Kembali kita menggunakan asumsi. Misalkan saja sebanyak 1 juta orang setiap harinya. Maka total dibutuhkan 240 hari (delapan bulan) sejak proses vaksin pertama kali untuk memberikan kekebalan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena vaksin pertama tersedia pada November 2020 dan dibutuhkan tujuh hari untuk mengirim sampai pelosok, maka enam bulan ini dihitung mulai pertengahan November 2020, atau selesai sekitar pertengahan Mei 2021.
Dengan melihat pengalaman pandemi 20 tahun terakhir, negara-negara yang terlibat pandemi tidak langsung membuka diri setelah penanganan virus selesai. Tapi mereka membuka diri secara perlahan selama 1-2 bulan. Karena virus korona menjangkau seluruh dunia, sangat mungkin proses membuka diri seperti keadaan normal butuh waktu 5-6 bulan. Jika Mei atau Juni 2021 seluruh dunia sembuh dari korona, maka baru sekitar bulan Oktober-November 2021 seluruh dunia membuka diri total.
Jika asumsi kapasitas produksi dan kapasitas rumah sakit dalam memberi vaksin lebih rendah, tentunya dibutuhkan waktu lebih lama lagi. Namun kita harus bersiap dengan skenario untuk bertahan sampai akhir 2021.
Semoga tulisan ini bisa sedikit memberi gambaran.
Distribusi ke seluruh Indonesia adalah tantangan tersendiri, misalnya kapasitas kapal dan pesawat pengangkut, kondisi jalan raya, dan berbagai kondisi di pelosok. Jika pabrik terletak di sekitar Jabodetabek dan akan dikirim ke Ibu Kota provinsi, membutuhkan waktu satu hari menggunakan pesawat. Dari Ibu Kota provinsi ke Kabupaten butuh satu hari lagi. Untuk menjangkau pelosok, total lead time selama tujuh hari.
Setelah vaksin tiba di rumah sakit atau puskesmas, pertanyaan berikutnya adalah, berapakah kapasitas dokter dan tim medis dalam memberi vaksin setiap hari?
Kembali kita menggunakan asumsi. Misalkan saja sebanyak 1 juta orang setiap harinya. Maka total dibutuhkan 240 hari (delapan bulan) sejak proses vaksin pertama kali untuk memberikan kekebalan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena vaksin pertama tersedia pada November 2020 dan dibutuhkan tujuh hari untuk mengirim sampai pelosok, maka enam bulan ini dihitung mulai pertengahan November 2020, atau selesai sekitar pertengahan Mei 2021.
Dengan melihat pengalaman pandemi 20 tahun terakhir, negara-negara yang terlibat pandemi tidak langsung membuka diri setelah penanganan virus selesai. Tapi mereka membuka diri secara perlahan selama 1-2 bulan. Karena virus korona menjangkau seluruh dunia, sangat mungkin proses membuka diri seperti keadaan normal butuh waktu 5-6 bulan. Jika Mei atau Juni 2021 seluruh dunia sembuh dari korona, maka baru sekitar bulan Oktober-November 2021 seluruh dunia membuka diri total.
Jika asumsi kapasitas produksi dan kapasitas rumah sakit dalam memberi vaksin lebih rendah, tentunya dibutuhkan waktu lebih lama lagi. Namun kita harus bersiap dengan skenario untuk bertahan sampai akhir 2021.
Semoga tulisan ini bisa sedikit memberi gambaran.
(ras)
Lihat Juga :