Ganjar Pranowo Buka Lapangan Pekerjaan yang Fair untuk Masyarakat
Minggu, 04 Februari 2024 - 09:41 WIB
"Ini yang dapat dipakai agar mereka bekerja, tapi mereka siapa, angkatan tenaga kerja ini yang harus disiapkan lagi dengan class program sekolah yang mampu agar menyerap tenaga kerja. Sehingga, kalau orang masuk tidak hanya skill better boleh dalam negeri boleh keluar, tapi harus terdidik, terlatih, serta pendidikan. Apa? Sekolah vokasi," ungkapnya.
Sekolah vokasi didesain bekerja sama dengan industri untuk menyerap tenaga kerja. Bahkan, sekolah vokasi justru dapat menyiapkan kurikulum yang memang dibutuhkan dunia industri.
"Bayangkan kalau semua kita ciptakan, mereka punya partner industry. Kurikulum kita bertanya dengan industri, butuhnya apa bukannya kami mencetak ini mau nggak? Ya pelatihan lagi karena tidak bisa sekaligus," kata Ganjar.
Tak kalah penting juga meningkatkan taraf pendidikan masyarakat dengan program satu keluarga miskin satu sarjana. Juga disiapkan untuk mencetak entrepreneur bagi yang ingin wiraswasta.
"Ada yang protes juga sarjana banyak yang nganggur, pokoknya kamu mesti sekolah nasib di keluarga ini bisa diubah dari keluarga. Jadi bisnisnya gampang diciptakan, kedua pendidikan. Ada satu lagi menciptakan entrepreneur kalau mereka tidak menjadi pegawai, maka mereka akan menjadi pengusaha. Itu nanti ada pelatihannya, akses permodalannya dan pendampingannya," ujarnya.
Sekolah vokasi didesain bekerja sama dengan industri untuk menyerap tenaga kerja. Bahkan, sekolah vokasi justru dapat menyiapkan kurikulum yang memang dibutuhkan dunia industri.
"Bayangkan kalau semua kita ciptakan, mereka punya partner industry. Kurikulum kita bertanya dengan industri, butuhnya apa bukannya kami mencetak ini mau nggak? Ya pelatihan lagi karena tidak bisa sekaligus," kata Ganjar.
Tak kalah penting juga meningkatkan taraf pendidikan masyarakat dengan program satu keluarga miskin satu sarjana. Juga disiapkan untuk mencetak entrepreneur bagi yang ingin wiraswasta.
"Ada yang protes juga sarjana banyak yang nganggur, pokoknya kamu mesti sekolah nasib di keluarga ini bisa diubah dari keluarga. Jadi bisnisnya gampang diciptakan, kedua pendidikan. Ada satu lagi menciptakan entrepreneur kalau mereka tidak menjadi pegawai, maka mereka akan menjadi pengusaha. Itu nanti ada pelatihannya, akses permodalannya dan pendampingannya," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :