Tujuh Menko Polhukam yang Bukan Kader Partai, Nomor 2 Melejit Jadi Presiden RI

Jum'at, 26 Januari 2024 - 21:01 WIB
Sebelum menjabat sebagai Menko Polsoskam, pria kelahiran 11 Oktober 1938 itu menjabat sebagai Mendagri Otda periode 1999-2001, dan Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997.

2. Susilo Bambang Yudhoyono

Jenderal TNI (HOR) (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Menko Polsoskam pada 23 Agustus 2000 hingga 1 Juni 2001 di zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

SBY kembali ditunjuk sebagai Menko Polkam oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, menggantikan Agum Gumelar pada 10 Agustus 2001. Pada Oktober 2002, SBY dicalonkan oleh Partai Demokrat sebagai presiden di Pilpres 2004 dan tak berapa lama, ia bergabung dengan partai tersebut.

SBY mengundurkan diri pada 12 Maret 2004 dari Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2004. SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) memenangi pilpres dan menjadi Presiden ke-6 RI.

3. Agum Gumelar

Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar sempat menduduki jabatan Menko Polsoskam di zaman Presiden Abdurrahman Wahid. Namun jabatan itu sangat singkat, dari 1 Juni hingga 23 Juli 2001.

Agum juga sempat menjabat Menteri Pertahanan yang juga sangat singkap pada 20 Juli-23 Juli 2001. Selain itu, Agum menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi periode 2000-2001, dan Menteri Perhubungan periode 1999-2000. Di luar pemerintahan, Agum menjalankan tugas sebagai Ketua Umum PSSI dari 1999 sampai 2003.

4. Hari Sabarno

Jenderal TNI (HOR) (Purn) Hari Sabarno diangkat menjadi Menko Polkam oleh Presiden Megawati Soekarnoputri menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Kala itu Hari Sabarno juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, sehingga rapat jabatan dari mulai 12 Maret-20 Oktober 2004.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!