Pilpres 2024, Eep Saefulloh Sebut Jokowi Ingin Menang tapi Tidak Gunakan Cara Demokrasi

Jum'at, 26 Januari 2024 - 19:21 WIB
PolMark Research Centre, Eep Saefulloh Fatah dalam acara Ngobrolin People Power 14 Februari 2024 Bersama Masyarakat Jurdil di TPS (Tempat Perlawanan Serentak) yang diselenggarakan Santri Spartan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024). FOTO/MP
JAKARTA - Pendiri sekaligus pemimpin di PolMark Research Centre, Eep Saefulloh Fatah menyebut Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) ingin memenangkan salah satu peserta Pilpres 2024, tapi tidak menggunakan jalur demokrasi. Dia juga menilai Pemilu 2024 sebagai pemilihan presiden paling kejam sepanjang reformasi.

Hal tersebut dikatakan Eeep dalam acara Ngobrolin People Power 14 Februari 2024 Bersama Masyarakat Jurdil di TPS (Tempat Perlawanan Serentak) yang diselenggarakan Santri Spartan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).



"Beberapa hal umum yang pertama saya menyaksikan Pak Jokowi ingin menang tetapi tidak ingin menggunakan cara demokrasi. Ini kesimpulan yang pertama. Saya bisa salah, tetapi sejauh ini itulah kesimpulan yang tepat yang bisa saya rumuskan," ucapnya.

"Pilpres ini adalah pilpres yang paling brutal sepanjang sejarah reformasi," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!