Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jadi Impian Masyarakat
Kamis, 18 Januari 2024 - 23:47 WIB
Terkait dengan program paslon lain, Agus juga mengapresiasi. Ia menyebut program paslon 01 dan 02 saling terkait yakni persoalan stunting.
"Itu kan sebetulnya terkait antara 1 sama 2, Anies kan terkait dengan stunting sebetulnya. Program stunting itu kan tidak hanya mengobati anak stunting tetapi sejak dari dia mau menikah, gizinya harus sudah baik, tidak anemia, tidak kurang darah," katanya.
Baca juga: Apresiasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana Ganjar-Mahfud, Perindo: Wujudkan Indonesia Emas
Menurutnya, persoalan stunting juga menjadi fokus dari pemerintahan saat ini kendati dalam pelaksanaannya masih belum sesuai. "Itu tentu menjadi konsen, program strategisnya presiden. Meskipun dalam perjalanannya disalahgunakan nggak jelas. Karena banyak hal itu sebetulnya angka-angka yang disampaikan buat saya masih sangat meragukan," ujarnya.
Kendati demikian, Agus menegaskan program pendidikan dan kesehatan memang harus dilakukan oleh siapa pun nanti presidennya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Jadi program ini menjadi penting untuk Indonesia Emas 2045, tiga-tiganya," katanya.
Agus juga menyoroti elektabilitas paslon yang berbanding terbalik dengan akseptabilitas program yang ditawarkan. Ia tidak terlalu percaya dengan hasil survei karena sangat berkaitan dengan siapa yang membiayai surveri tersebut.
"Itu kan sebetulnya terkait antara 1 sama 2, Anies kan terkait dengan stunting sebetulnya. Program stunting itu kan tidak hanya mengobati anak stunting tetapi sejak dari dia mau menikah, gizinya harus sudah baik, tidak anemia, tidak kurang darah," katanya.
Baca juga: Apresiasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana Ganjar-Mahfud, Perindo: Wujudkan Indonesia Emas
Menurutnya, persoalan stunting juga menjadi fokus dari pemerintahan saat ini kendati dalam pelaksanaannya masih belum sesuai. "Itu tentu menjadi konsen, program strategisnya presiden. Meskipun dalam perjalanannya disalahgunakan nggak jelas. Karena banyak hal itu sebetulnya angka-angka yang disampaikan buat saya masih sangat meragukan," ujarnya.
Kendati demikian, Agus menegaskan program pendidikan dan kesehatan memang harus dilakukan oleh siapa pun nanti presidennya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Jadi program ini menjadi penting untuk Indonesia Emas 2045, tiga-tiganya," katanya.
Agus juga menyoroti elektabilitas paslon yang berbanding terbalik dengan akseptabilitas program yang ditawarkan. Ia tidak terlalu percaya dengan hasil survei karena sangat berkaitan dengan siapa yang membiayai surveri tersebut.
Lihat Juga :