Ganjar-Mahfud Siap Bangun Kawasan Industri Kesehatan
Jum'at, 12 Januari 2024 - 09:52 WIB
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menegaskan, jawaban dari segala polemik di industri farmasi dan alat kesehatan adalah pengembangan research and development (R&D). Ganjar bakal mengalokasikan 1% untuk R&D Indonesia dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mendorong pengembangan bahan baku industri dan alat kesehatan dari dalam negeri.
"Sekarang kita mulai dengan alokasi 1% saja untuk riset dan development [pengembangan] Indonesia dari PDB (produk domestik bruto), kita dorong kemudian agar biaya risetnya itu mencukupi. Risetnya sudah, Pak di BRIN," katanya.
Polemik kebutuhan alkes yang tidak diimbangi dengan alokasi anggaran sudah dialaminya saat menjabat sebagai gubernur selama 10 tahun. Dalam menyusun anggaran, permintaan tertinggi datang dari kebutuhan alkes. Namun, justru banyak masalah juga datang dari industri tersebut.
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Yakin Ganjar-Mahfud Akan Sikat Habis Korupsi
Dengan pengalaman itulah Ganjar berkomitmen menghentikan dan segera mengatasi situasi minimnya alkes dan bahan baku farmasi di Indonesia. "Suka tidak suka kita harus memulai kimia dasar, petrokimia," katanya.
"Sekarang kita mulai dengan alokasi 1% saja untuk riset dan development [pengembangan] Indonesia dari PDB (produk domestik bruto), kita dorong kemudian agar biaya risetnya itu mencukupi. Risetnya sudah, Pak di BRIN," katanya.
Polemik kebutuhan alkes yang tidak diimbangi dengan alokasi anggaran sudah dialaminya saat menjabat sebagai gubernur selama 10 tahun. Dalam menyusun anggaran, permintaan tertinggi datang dari kebutuhan alkes. Namun, justru banyak masalah juga datang dari industri tersebut.
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Yakin Ganjar-Mahfud Akan Sikat Habis Korupsi
Dengan pengalaman itulah Ganjar berkomitmen menghentikan dan segera mengatasi situasi minimnya alkes dan bahan baku farmasi di Indonesia. "Suka tidak suka kita harus memulai kimia dasar, petrokimia," katanya.
Lihat Juga :