Pernyataan Jokowi Soal Ubah Format Debat Perkuat Indikasi Ketidaknetralan di Pemilu

Rabu, 10 Januari 2024 - 19:32 WIB
Kritik presiden pun diabaikan oleh KPU, tidak mengubah format debat. "Karena kalau diubah, nanti jadi pertanyaan, kenapa diubah? Karena sudah tiga kali debat, kenapa polanya diubah? Jadi, kalau sudah jadi pola, sudah pakemnya, ya kita ikuti. Kalau ada perubahan pasti akan menimbulkan pertanyaan berikutnya," jelas Ketua KPU Hasyim Asyari.

Baca juga: Respons Debat Capres, Jokowi: Substansi Visi Tidak Kelihatan, Justru Saling Serang

Senada dengan Ketua KPU, Perludem menilai format yang ada sekarang sudah disepakati semua tim pasangan calon, sehingga harusnya tidak menjadi masalah. “Format debat yang ada ini kan sebetulnya formatnya juga sudah disepakati juga dengan tim pasangan calon, dan KPU memutuskannya secara independen,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar format debat Pilpres 2024 dievaluasi. Jokowi menganggap debat ketiga pilpres yang dihelat Minggu, 7 Januari 2024 lalu tidak edukatif karena banyak serangan yang bersifat personal. "Saya kira akan banyak yang kecewa sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup," kata Jokowi.

Jokowi menyebut, serang menyerang wajar dalam debat asalkan seputar kebijakan atau visi dan bukan personal. Menurut Jokowi debat yang saling serang personal tidak memberikan edukasi kepada masyarakat dan malah mengaburkan gagasan para paslon.

Seperti diketahui, tiga calon presiden yang beradu gagasan adalah Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Tema debat seputar pertahanan, keamanan, geopolitik, hubungan internasional, dan politik luar negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!