Tepis Lakukan Bullying, TPN: Prabowo Justru Kerap Setuju dengan Gagasan Ganjar
Selasa, 09 Januari 2024 - 18:00 WIB
Menurut Ronny, semua pihak perlu semakin dewasa berdemokrasi. Debat capres adalah media yang baik untuk pendidikan politik bangsa. Tentu ada batas-batas seperti tidak boleh mencaci dan tidak boleh ad hominem. Namun tidak perlu pula disimpulkan dengan cepat seolah-olah ada bully-membully dalam debat kemarin. Semua pihak tidak perlu baper saat mendiskusikan kebijakan yang akan menentukan nasib jutaan rakyat Indonesia.
Baca juga: Prabowo Ajak Buka Data di Lain Waktu, Ganjar: Kalau Memang Tak Siap, Jangan Debat!
“Hemat saya, narasi Pak Prabowo menjadi korban bully sebaiknya dihentikan. Ketidakmampuan meyakinkan visi dan strategi di forum rasional adu gagasan tidak perlu ditutupi dengan cara-cara playing victim dan dramaturgi politik ala sinetron. Kalau dibiarkan, justru narasi korban bully ini malah membuat publik bertanya, ke mana sosok Pak Prabowo yang selama ini membranding diri sebagai figur yang tegas, tahan banting, berjiwa muda, serta eks militer yang sangat demokratis itu?” tanyanya.
Baca juga: Prabowo Ajak Buka Data di Lain Waktu, Ganjar: Kalau Memang Tak Siap, Jangan Debat!
“Hemat saya, narasi Pak Prabowo menjadi korban bully sebaiknya dihentikan. Ketidakmampuan meyakinkan visi dan strategi di forum rasional adu gagasan tidak perlu ditutupi dengan cara-cara playing victim dan dramaturgi politik ala sinetron. Kalau dibiarkan, justru narasi korban bully ini malah membuat publik bertanya, ke mana sosok Pak Prabowo yang selama ini membranding diri sebagai figur yang tegas, tahan banting, berjiwa muda, serta eks militer yang sangat demokratis itu?” tanyanya.
(cip)
Lihat Juga :