Diaspora Indonesia di AS: Kedaulatan Laut Kunci Wujudkan Indonesia Emas
Senin, 08 Januari 2024 - 10:16 WIB
Ganjar juga berkomitmen mewujudkan perbaikan anggaran alutsista yang dimasukkan dalam visi misi pertahanan, yakni anggaran yang mencapai 1-2% dari PDB (saat ini anggarannya sekitar 0.7% dari PDB). Untuk mencapai target realistis ini, pertumbuhan ekonomi harus 7%. Hanya dengan anggaran memadai, alutsista dapat dimodernisasi tanpa harus berutang dan juga jangan sampai membeli persenjataan usang.
Baca juga: Ganjar Dorong Kesepakatan Sementara Selesaikan Konflik Laut China Selatan
Diketahui, alokasi anggaran untuk Mabes TNI pada APBN 2023 adalah sebesar Rp11,33 triliun, di mana anggaran untuk TNI AD sebesar Rp55,26 triliun; TNI AL sebesar Rp23,62 triliun, dan TNI AU sebesar Rp19,25 triliun. Komitmen Ganjar ini disambut baik oleh Lia Sundah Suntoso, Ketua TPLN Ganjar – Mahfud di AS.
“Debat hari ini jelas membuktikan Pak Ganjar punya visi geopolitik, politik luar negeri, pertahanan dan keamanan yang sangat jelas, terutama mengenai Indonesia sebagai poros maritim dunia. Angkatan Laut kita harus jadi yang terbaik di dunia. Kedaulatan kita di laut adalah kunci menuju Indonesia emas, rakyat Indonesia harus mendapatkan manfaat sebesar-besarnya terutama dalam peningkatan kesejahteraan,” ujar Lia yang juga masih anggota keluarga besar Angkatan Laut.
Menurut Lia, Indonesia menjadi negara yang banyak diperebutkan karena posisinya yang strategis. Hal ini dapat dilihat dari salah satu konflik tak kunjung selesai, misalkan di konflik Laut Natuna Utara. Karena itu, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sangat penting bagi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan terus membangun kekuatan Angkatan Laut.
Baca juga: Ganjar Dorong Kesepakatan Sementara Selesaikan Konflik Laut China Selatan
Diketahui, alokasi anggaran untuk Mabes TNI pada APBN 2023 adalah sebesar Rp11,33 triliun, di mana anggaran untuk TNI AD sebesar Rp55,26 triliun; TNI AL sebesar Rp23,62 triliun, dan TNI AU sebesar Rp19,25 triliun. Komitmen Ganjar ini disambut baik oleh Lia Sundah Suntoso, Ketua TPLN Ganjar – Mahfud di AS.
“Debat hari ini jelas membuktikan Pak Ganjar punya visi geopolitik, politik luar negeri, pertahanan dan keamanan yang sangat jelas, terutama mengenai Indonesia sebagai poros maritim dunia. Angkatan Laut kita harus jadi yang terbaik di dunia. Kedaulatan kita di laut adalah kunci menuju Indonesia emas, rakyat Indonesia harus mendapatkan manfaat sebesar-besarnya terutama dalam peningkatan kesejahteraan,” ujar Lia yang juga masih anggota keluarga besar Angkatan Laut.
Menurut Lia, Indonesia menjadi negara yang banyak diperebutkan karena posisinya yang strategis. Hal ini dapat dilihat dari salah satu konflik tak kunjung selesai, misalkan di konflik Laut Natuna Utara. Karena itu, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sangat penting bagi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan terus membangun kekuatan Angkatan Laut.
Lihat Juga :