Penceramah Disarankan Gunakan Metode Lebih Friendly ke Milenial
Senin, 10 Agustus 2020 - 18:39 WIB
“Misalnya lebih visual ketimbang baca teks, nah kecenderungan-kecenderungan ini harus dibaca kemudian diisi dengan konten-konten yang menarik. Tentu saja kontennya isinya untuk memberikan pemahaman moderat kepada masyarakat dalam hal keagamaan,” ungkap Syarullah, Jumat 7 Agustus 2020.
Dia menyarankan pemerintah merangkul tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tokoh agama mempunyai massa sehingga ketika dirangkul diharapkan mereka bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat. Dengan demikian pemahaman yang moderat ini lahir dari sana.
“Dakwahnya tentu saja harus memberikan keteladanan, kemudian harus sesuai konteks zaman yang ada. Karena kekurangan kita selama ini selalu mengaggap zaman kita itu yang terbaik di masa dulu, padahal zaman kan berubah. Mungkin poin yang ingin disampaikan sama dengan yang dulu-dulu tetapi mungkin cara memahamkannya kekinian, kemudian metodenya juga kekinian itu pasti menarik untuk generasi muda,” tuturnya.
Di bagian lain, untuk memahami dan menggali teks-teks keagamaan itu perlu pendampingan oleh orang yang berkompeten untuk terus berguru.
(Baca juga: Siap-siap! Kompetisi Sains Nasional Jenjang SMA Dimulai Secara Daring )
Dia menyarankan pemerintah merangkul tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tokoh agama mempunyai massa sehingga ketika dirangkul diharapkan mereka bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat. Dengan demikian pemahaman yang moderat ini lahir dari sana.
“Dakwahnya tentu saja harus memberikan keteladanan, kemudian harus sesuai konteks zaman yang ada. Karena kekurangan kita selama ini selalu mengaggap zaman kita itu yang terbaik di masa dulu, padahal zaman kan berubah. Mungkin poin yang ingin disampaikan sama dengan yang dulu-dulu tetapi mungkin cara memahamkannya kekinian, kemudian metodenya juga kekinian itu pasti menarik untuk generasi muda,” tuturnya.
Di bagian lain, untuk memahami dan menggali teks-teks keagamaan itu perlu pendampingan oleh orang yang berkompeten untuk terus berguru.
(Baca juga: Siap-siap! Kompetisi Sains Nasional Jenjang SMA Dimulai Secara Daring )
Lihat Juga :