Hitung Efisiensi Anggaran 21 Program Ganjar-Mahfud versus Makan Siang Gratis
Minggu, 31 Desember 2023 - 10:36 WIB
21. KTP Sakti
Cawapres Mahfud MD menjelaskan, program unggulan tersebut diproyeksikan dijalankan selama lima tahun dengan anggaran sebesar Rp2.500 triliun. Jika dihitung, untuk menjalankan 21 program ini, Ganjar-Mahfud hanya membutuhkan anggaran Rp500 triliun per tahun dengan manfaat yang lebih luas menjangkau masyarakat.
"Ganjar-Mahfud menyiapkan 21 program unggulan senilai Rp2.500 triliun selama lima tahun," kata Mahfud dalam keterangan dari Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Minggu (31/12/2023).
Jika dikomparasikan dengan program makan siang gratis untuk anak sekolah senilai Rp450 triliun per tahun yang diusung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, 21 program Ganjar-Mahfud dinilai lebih mampu menjawab berbagai problem masyarakat.
Pada program SMK Gratis untuk Keluarga Miskin yang diluncurkan Ganjar Pranowo di Lapangan Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (29/12/2023), anggarannya hanya Rp50 triliun. Program ini dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda Indonesia.
“Kita pernah menghitung anggarannya Rp50 triliunan saja. Tidak terlalu mahal, namun jauh lebih bisa (mengentaskan kemiskinan) sistematis," kata Ganjar.
Lewat program ini, nantinya di setiap kabupaten/kota minimal bakal didirikan satu SMK gratis. Sekolah tersebut akan menerima anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, sehingga mereka bisa mendapatkan hak kesetaraan dalam pendidikan.
Ganjar-Mahfud juga melansir program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana untuk memutus rantai kemiskinan, menciptakan SDM unggul, serta menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata.
Ganjar optimistis program ini mampu memberantas kemiskinan di Tanah Air. Pengentasan kemiskinan secara struktural yang dimulai dari tingkat keluarga membawa dampak pada penurunan angka kemiskinan secara nasional.
"Melalui program-program prorakyat, Ganjar-Mahfud mendorong agar keluarga miskin dapat mengubah nasib, bahkan lepas dari jerat kemiskinan," tulis TPN.
Selain itu, anggaran Rp500 triliun per tahun yang dipersiapkan untuk membiayai 21 program unggulan juga menyasar generasi muda, perempuan, kelompok lanjut usia (lanjut usia), disabilitas, petani, nelayan, rakyat miskin, buruh, tentara, dan polisi.
"Segala kebijakan pemerintah harus mengutamakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, termasuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar seperti ketentuan Pasal 34 ayat 1 UUD 1945," kata Mahfud.
Cawapres Mahfud MD menjelaskan, program unggulan tersebut diproyeksikan dijalankan selama lima tahun dengan anggaran sebesar Rp2.500 triliun. Jika dihitung, untuk menjalankan 21 program ini, Ganjar-Mahfud hanya membutuhkan anggaran Rp500 triliun per tahun dengan manfaat yang lebih luas menjangkau masyarakat.
"Ganjar-Mahfud menyiapkan 21 program unggulan senilai Rp2.500 triliun selama lima tahun," kata Mahfud dalam keterangan dari Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Minggu (31/12/2023).
Jika dikomparasikan dengan program makan siang gratis untuk anak sekolah senilai Rp450 triliun per tahun yang diusung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, 21 program Ganjar-Mahfud dinilai lebih mampu menjawab berbagai problem masyarakat.
Pada program SMK Gratis untuk Keluarga Miskin yang diluncurkan Ganjar Pranowo di Lapangan Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (29/12/2023), anggarannya hanya Rp50 triliun. Program ini dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda Indonesia.
“Kita pernah menghitung anggarannya Rp50 triliunan saja. Tidak terlalu mahal, namun jauh lebih bisa (mengentaskan kemiskinan) sistematis," kata Ganjar.
Lewat program ini, nantinya di setiap kabupaten/kota minimal bakal didirikan satu SMK gratis. Sekolah tersebut akan menerima anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, sehingga mereka bisa mendapatkan hak kesetaraan dalam pendidikan.
Ganjar-Mahfud juga melansir program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana untuk memutus rantai kemiskinan, menciptakan SDM unggul, serta menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata.
Ganjar optimistis program ini mampu memberantas kemiskinan di Tanah Air. Pengentasan kemiskinan secara struktural yang dimulai dari tingkat keluarga membawa dampak pada penurunan angka kemiskinan secara nasional.
"Melalui program-program prorakyat, Ganjar-Mahfud mendorong agar keluarga miskin dapat mengubah nasib, bahkan lepas dari jerat kemiskinan," tulis TPN.
Selain itu, anggaran Rp500 triliun per tahun yang dipersiapkan untuk membiayai 21 program unggulan juga menyasar generasi muda, perempuan, kelompok lanjut usia (lanjut usia), disabilitas, petani, nelayan, rakyat miskin, buruh, tentara, dan polisi.
"Segala kebijakan pemerintah harus mengutamakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, termasuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar seperti ketentuan Pasal 34 ayat 1 UUD 1945," kata Mahfud.
(jon)
Lihat Juga :