Ganjar-Mahfud Janjikan Insentif untuk Guru Ngaji, PBNU: Sudah Selayaknya
Senin, 25 Desember 2023 - 15:45 WIB
Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi mengatakan, sudah selayaknya guru ngaji mendapatkan insentif. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai perlu segera ada standardisasi insentif bagi guru ngaji. Sebab saat ini banyak guru ngaji mendapat upah kecil bahkan tidak dibayar sama sekali.
"Memang perlu segera adanya standardisasi supaya mereka bisa menjadi profesi yang layak disertifikasi dan diapresiasi seperti guru-guru pelajaran lainnya," kata Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi, Senin (25/12/2023).
Gus Fahrur, sapaan akrab Ahmad Fahrurrozi, mengakui sementara ini sudah ada insentif bagi guru ngaji dari pemerintah. Namun guru ngaji, utamanya guru pesantren di madrasah diniyah masih banyak yang belum tersentuh oleh program sertifikasi atau insentif dari pemerintah.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Gagas Program Gaji Rp1 Juta bagi Guru Ngaji
Gus Fahrur mencontohkan Jawa Timur yang diakuinya lebih maju dalam memberikan perhatian untuk guru ngaji. Namun, ditegaskan Gus Fahrur, upaya Jatim pun belum sepenuhnya mampu memberikan kesejahteraan terhadap guru ngaji.
"Di Jatim itu ada ada sekitar 6.500 pesantren, dengan mungkin santrinya di atas 1 juta, sehingga memang tidak mudah mengalokasikan anggaran yang sedemikian besar. Tapi setidaknya Jatim memberikan apresiasi terhadap guru ngaji," katanya.
"Memang perlu segera adanya standardisasi supaya mereka bisa menjadi profesi yang layak disertifikasi dan diapresiasi seperti guru-guru pelajaran lainnya," kata Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi, Senin (25/12/2023).
Gus Fahrur, sapaan akrab Ahmad Fahrurrozi, mengakui sementara ini sudah ada insentif bagi guru ngaji dari pemerintah. Namun guru ngaji, utamanya guru pesantren di madrasah diniyah masih banyak yang belum tersentuh oleh program sertifikasi atau insentif dari pemerintah.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Gagas Program Gaji Rp1 Juta bagi Guru Ngaji
Gus Fahrur mencontohkan Jawa Timur yang diakuinya lebih maju dalam memberikan perhatian untuk guru ngaji. Namun, ditegaskan Gus Fahrur, upaya Jatim pun belum sepenuhnya mampu memberikan kesejahteraan terhadap guru ngaji.
"Di Jatim itu ada ada sekitar 6.500 pesantren, dengan mungkin santrinya di atas 1 juta, sehingga memang tidak mudah mengalokasikan anggaran yang sedemikian besar. Tapi setidaknya Jatim memberikan apresiasi terhadap guru ngaji," katanya.
Lihat Juga :