Pilpres 2024 Satu Putaran Dinilai Penting untuk Hindari Polarisasi dan Hemat Keuangan Negara
Sabtu, 23 Desember 2023 - 20:23 WIB
Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M Qodari (kanan) menyatakan bahwa pilpres satu putaran diperlukan untuk menghindari polarisasi di tengah masyarakat agar tidak seperti Pilpres 2014 dan 2019. Foto/Istimewa
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M Qodari menyatakan bahwa pilpres satu putaran diperlukan untuk menghindari polarisasi di tengah masyarakat agar tidak seperti Pilpres 2014 dan 2019. Dia menjelaskan, GSP adalah gerakan yang menyebarkan gagasan Pilpres 2024 sekali putaran ke seluruh Indonesia.
"Kami adalah pendukung Jokowi yang tergabung dalam GSP. GSP adalah gerakan yang menyebarkan gagasan Pilpres 2024 sekali putaran ke seluruh Indonesia. Adapun argumentasi Pilpres 2024 sekali putaran untuk hemat waktu," kata Qodari dalam diskusi Dialektika Voters of Indonesia (VOI) bertajuk 'Pilpres 2024 Dinamis Satu Putaran Logis?' di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/12/2023).
Pilpres sekali putaran hemat waktu, lanjut Qodari, karena presiden dan wakil presiden terpilih sudah diketahui pada Februari 2024 dan tidak perlu menunggu sampai dengan Juni 2024. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden baru, maka para pengambil keputusan dan pelaku ekonomi sudah memiliki kepastian politik dari Februari 2024.
Semua rencana kegiatan dan investasi ekonomi misalnya dapat segera diputuskan dan dilaksanakan. "Kedua, hemat biaya. Pilpres sekali putaran hemat biaya karena anggaran pilpres putaran dua, jika diselenggarakan, akan memakan biaya Rp17 triliun,” ujar Qodari.
"Kami adalah pendukung Jokowi yang tergabung dalam GSP. GSP adalah gerakan yang menyebarkan gagasan Pilpres 2024 sekali putaran ke seluruh Indonesia. Adapun argumentasi Pilpres 2024 sekali putaran untuk hemat waktu," kata Qodari dalam diskusi Dialektika Voters of Indonesia (VOI) bertajuk 'Pilpres 2024 Dinamis Satu Putaran Logis?' di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/12/2023).
Pilpres sekali putaran hemat waktu, lanjut Qodari, karena presiden dan wakil presiden terpilih sudah diketahui pada Februari 2024 dan tidak perlu menunggu sampai dengan Juni 2024. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden baru, maka para pengambil keputusan dan pelaku ekonomi sudah memiliki kepastian politik dari Februari 2024.
Semua rencana kegiatan dan investasi ekonomi misalnya dapat segera diputuskan dan dilaksanakan. "Kedua, hemat biaya. Pilpres sekali putaran hemat biaya karena anggaran pilpres putaran dua, jika diselenggarakan, akan memakan biaya Rp17 triliun,” ujar Qodari.
Lihat Juga :