Kewaspadaan pada Ancaman Intoleransi dan Radikalisme Perlu Diperkuat

Jum'at, 15 Desember 2023 - 21:23 WIB
Pola kaderisasi jaringan teror biasanya memiliki racikan tersendiri yang dilakukan sangat kencang di bawah permukaan. Ada tiga hal yang umumnya mereka lakukan, yaitu pelatihan paramiliter, perekrutan anggota baru dan pendanaan aksi teror.

Pada dasarnya, perekrutan anggota yang dilakukan jaringan teror itu sulit terlihat, tetapi lewat media sosial mereka dengan gencar menyebarkan narasi-narasi provokatif. Ada penggunaan istilah yang menarik untuk didiskusikan dan terangkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat harus terus cierahkan tentang apa yang dimaksud dengan malinformasi, dan ini seringkali digunakan dalam kepentingan doktrinasi jaringan teror.

"Malinformasi itu maknanya bahwa suatu kata yang secara istilah sudah benar, tapi disalahgunakan dalam penggunaannya, seperti apa yang dilakukan kelompok radikal teroris. Umat Islam tentu mengenal istilah jihad yang biasa dimaknai dengan berjuang. Sayangnya, para kelompok teror sering memelintir istilah ini sebagai doktrinasi untuk melakukan aksi bom bunuh diri. Inilah yang dikatakan sebagai malinformasi," kata Irfan.

Menghadapi fakta di lapangan akan maraknya penggunaan istilah keagamaan yang sengaja dibelokkan demi kepentingan tertentu, kata Irfan, umat harus memahamkan diri dan orang lain agar terjaga dari virus radikalisme. Media dan segala bentuknya juga memiliki peran krusial dalam mengisi kekosongan waktu, pikiran, dan pendampingan terhadap malinformasi.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!