Netfid Anggap Debat Perdana Hukum dan HAM Tidak Komprehensif

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:56 WIB
Tiga calon presiden (capres), Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo menyampaikan visi dan misi saat debat perdana Pilpres 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). FOTO/MPI/ARIF JULIANTO
JAKARTA - Ketua Umum Netfid Indonesia Muhammad Afit Khomsani menganggap debat Pilpres 2024 perdana yang digelar, Selasa (12/12/2023) malam, tidak komprehensif. Para calon presiden (capres) kurang mengekslorasi praktik-praktik pelanggaran hukum dan HAM yang menjadi tema debat.

"Bahasan pada debat kemarin sangat jauh dari kata cukup, mereka tidak menyampaikan suatu masalah secara komprehensif, akar dari masalah penegakan hukum dan HAM seperti apa, fakta-fakta pelanggaran hukum seperti apa dan langkah ke depan seperti apa," kata Afit, Rabu (13/12/2023).



Pembahasan tentang visi dan misi juga kurang mendalam. Apalagi rencana program masih jauh dari tataran implementatif.

"Semua paslon tidak berfokus pada visi misi yang sudah disetorkan ketika pendaftaran kepada KUP. Mereka cenderung menyampaikan tendensi pribadi atau kelompok atau tim mereka untuk saling menjatuhkan," katanya.

Karena sibuk saling menjatuhkan, para capres melupakan tujuan debat yaitu adu gagasan.

"Kaitan dengan hukum dan HAM para calon tidak terfokus, reformasi hukum dan HAM seperti apa yang kemudian akan mereka lakukan dalam lima tahun ke depan. Dan cenderung tendensi pribadi dan kelompok," kata Afit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!