Vidi Galenso Syarief Kembali Terpilih Jadi Ketum Perhimpunan Alumni Jerman

Rabu, 06 Desember 2023 - 19:37 WIB
Kemudian, lanjut Vidi, satu variabel lagi yang diatur dalam AD/ART yaitu tentang sistem pemilihan ketua umum. "Sekarang tidak lagi one man, one vote. Tetapi, 1 DPD, 1 suara. Ke depannya, PAJ membuka peluang bekerja sama dengan organisasi alumni Jerman lainnya yang sudah berbadan hukum sendiri sebagai organisasi otonom yang ketua umumnya akan mendapatkan hak suara di kongres berikutnya," papar Vidi.

Dijelaskan Vidi, sesuai visi misinya pada 2020, ia ingin PAJ dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara. Para anggota PAJ, dengan ilmu pengetahuan yang didapat di Jerman diharapkan dapat membantu pemerintah membuka lapangan kerja sekaligus menjadikan profit center-profit center untuk menghidupkan roda organisasi.

"Kita berdayakan secara moral dan material. Visi misinya sebagai wadah/organisasi pertama dan tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1991 oleh mendiang Prof Dr-Ing BJ Habibie dan kawan-kawan," tutur Vidi.

Jadi, menurut Vidi, PAJ nasional akan menjadi organisasi terbuka. "Seperti visi-misi saya yang dulu bahwa PAJ adalah sebagai lembaga "think tank" (wadah pemikir) untuk bangsa ini. Yang tentu, bangsa ini bangsa yang besar yang memerlukan banyak pemikiran positif, bukan rebutan organisasi," terangnya.

Baca juga: Soal Polemik Pengungsi Rohingya, Ganjar Yakin Mahfud MD Mampu Selesaikan Tugas dari Jokowi

Dan yang paling penting juga, ditegaskan Vidi, PAJ ke depannya adalah organisasi yang mementingkan umat. "Bukan PAJ yang egois, mengurus dirinya sendiri, anggotanya sendiri kumpul-kumpul sendiri. Melainkan, PAJ menjadi milik bangsa dan negara kita," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!