Mutasi TNI, Anak Pasar Jadi Kaskostrad
Sabtu, 02 Desember 2023 - 04:32 WIB
Farid juga pernah jadi tukang antar barang ke langganan toko ibunya yang berprofesi sebagai penjual di Pasar tumpah Bangkalan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 ini juga pernah hampir frustasi karena mendapat tugas yang tidak sesuai dengan harapannya saat berpangkat Lettu yang berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Baca juga: Pangdam Brawijaya Sampaikan Amanat Panglima TNI agar Prajurit Jaga Netralitas
Namun, berkat doa dan nasihat dari ibunya bahwa apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati, membuat Farid menyalurkan kekecewaannya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris yang berujung dirinya terpilih mengikuti pendidikan ke Inggris untuk mengambil program master.
Padahal ketika itu dia belum punya ijazah S1. “Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program master. Tanpa gelar S1,” ujarnya dikutip dari laman resmi TNI AD pada Jumat (1/12/2023).
Sejak itu, karier pria kelahiran 6 Juli 1969, Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu di militer mulai meroket. Kariernya diawali menjabat sebagai Danbrigif 13 Galuh.
Farid menjadi koordinator banyak pejabat tinggi di sana meski jabatannya Danbrigif. Lalu, ketika menjabat Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid mampu menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya, yaitu pembebasan tanah lokasi Mandalika.
Sebab, jika tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor Motor GP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara di sana. Sebenarnya itu bukan urusan Danrem.
Baca juga: Pangdam Brawijaya Sampaikan Amanat Panglima TNI agar Prajurit Jaga Netralitas
Namun, berkat doa dan nasihat dari ibunya bahwa apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati, membuat Farid menyalurkan kekecewaannya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris yang berujung dirinya terpilih mengikuti pendidikan ke Inggris untuk mengambil program master.
Padahal ketika itu dia belum punya ijazah S1. “Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program master. Tanpa gelar S1,” ujarnya dikutip dari laman resmi TNI AD pada Jumat (1/12/2023).
Sejak itu, karier pria kelahiran 6 Juli 1969, Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu di militer mulai meroket. Kariernya diawali menjabat sebagai Danbrigif 13 Galuh.
Farid menjadi koordinator banyak pejabat tinggi di sana meski jabatannya Danbrigif. Lalu, ketika menjabat Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid mampu menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya, yaitu pembebasan tanah lokasi Mandalika.
Sebab, jika tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor Motor GP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara di sana. Sebenarnya itu bukan urusan Danrem.
Lihat Juga :