Pakai Sistem Water Waste, Pakar Sebut PLTA Batang Toru Tak Rusak Lingkungan
Kamis, 23 November 2023 - 20:30 WIB
"Beberapa pihak juga menyampaikan bahwa tahun 2023 sampai dengan saat ini diduga akan menjadi tahun terpanas dalam sejarah. Tentu ini harus kita antisipasi. Salah satunya dengan Payment Enviromental Services, ini adalah model pembangunan PLTA Ramah Lingkungan," tutur Mahawan.
Mahawan lantas mencontohkan PLTA Batang Toru yang saat ini sedang dibangun dengan beban puncak 510 MW, dilihat dari desainnya memiliki kelebihan dalam aspek kelestarian ekosistem hutan, namun perlu beradaptasi terhadap cuaca ekstrem kering. Untuk menjaga ekosistem sungai tetap terjaga karena sebagian airnya diarahkan melewati waterway bawah tanah untuk digunakan PLTA.
"Energi bersih dibutuhkan, termasuk PLTA, namun perlu beradaptasi dengan perubahan iklim dan menjaga kelestarian ekosistem di sekitarnya. Dan perlu saya sampaikan, PLTA Batang Toru menggunakan sistem water waste sehingga tidak merusak lingkungan," jelasnya.
Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Rahmawati yang hadir dalam Simposium menyoroti perlunya integrasi konservasi hutan dan Pembangunan PLTA, termasuk pentingnya pembayaran jasa lingkungan untuk menjaga kelestarian flora fauna di sekitarnya.
Menurut Rahmawati, air sangat penting untuk mendukung pengadaan energi ramah lingkungan. Dengan catatan selalu melibatkan masyarakat, supaya terhindar dari konflik sosial di kemudian hari.
Mahawan lantas mencontohkan PLTA Batang Toru yang saat ini sedang dibangun dengan beban puncak 510 MW, dilihat dari desainnya memiliki kelebihan dalam aspek kelestarian ekosistem hutan, namun perlu beradaptasi terhadap cuaca ekstrem kering. Untuk menjaga ekosistem sungai tetap terjaga karena sebagian airnya diarahkan melewati waterway bawah tanah untuk digunakan PLTA.
"Energi bersih dibutuhkan, termasuk PLTA, namun perlu beradaptasi dengan perubahan iklim dan menjaga kelestarian ekosistem di sekitarnya. Dan perlu saya sampaikan, PLTA Batang Toru menggunakan sistem water waste sehingga tidak merusak lingkungan," jelasnya.
Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Rahmawati yang hadir dalam Simposium menyoroti perlunya integrasi konservasi hutan dan Pembangunan PLTA, termasuk pentingnya pembayaran jasa lingkungan untuk menjaga kelestarian flora fauna di sekitarnya.
Menurut Rahmawati, air sangat penting untuk mendukung pengadaan energi ramah lingkungan. Dengan catatan selalu melibatkan masyarakat, supaya terhindar dari konflik sosial di kemudian hari.
Lihat Juga :