Ledakan di Beirut Bisa Jadi Pelajaran bagi Indonesia Simpan Bahan Peledak
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 09:04 WIB
Seperti diketahui, telah terjadi ledakan di sebuah gudang di kawasan pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu. Ledakan itu diduga berasal dari amonium nitrat sebanyak 2.750 ton. Sampai hari ini, ledakan itu mengakibat 137 orang meninggal dunia dan 5.000 orang luka-luka.
Ledakan itu harus menjadi pelajaran dan kewaspadaan bagi Indonesia dalam menyimpan bahan-bahan peledak. Penyimpanan di tempat aman itu penting agar peristiwa serupa tidak terjadi di Tanah Air.
Sukamta menyebut beberapa negara yang pernah mengalami, seperti Tianjin di China pada tahun 2015, Ryongchon di Korea Utara pada 2004, dan Texas di Amerika Serikat pada 1947. (Baca juga: Investigasi Ledakan Beirut, 2.750 Ton Amonium Nitrat Terbengkalai Sejak 2013)
“Saya kira pemerintah perlu memastikan jika ada penyimpanan zat yang mudah meledak, harus tersimpan sesuai standar pengamanan. Juga ditempatkan di gudang yang jauh dari pemukiman penduduk,” katanya.
Ledakan itu harus menjadi pelajaran dan kewaspadaan bagi Indonesia dalam menyimpan bahan-bahan peledak. Penyimpanan di tempat aman itu penting agar peristiwa serupa tidak terjadi di Tanah Air.
Sukamta menyebut beberapa negara yang pernah mengalami, seperti Tianjin di China pada tahun 2015, Ryongchon di Korea Utara pada 2004, dan Texas di Amerika Serikat pada 1947. (Baca juga: Investigasi Ledakan Beirut, 2.750 Ton Amonium Nitrat Terbengkalai Sejak 2013)
“Saya kira pemerintah perlu memastikan jika ada penyimpanan zat yang mudah meledak, harus tersimpan sesuai standar pengamanan. Juga ditempatkan di gudang yang jauh dari pemukiman penduduk,” katanya.
(kri)
Lihat Juga :