Mutasi TNI: 3 Danlanud Digeser, Siapa Saja?
Kamis, 16 November 2023 - 05:35 WIB
Nurdin digeser dari Danlanud Roesmin Nurjadin (RSN) menjadi Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I). Jabatan Danlanud Roesmin Nurjadin yang ditinggalkan Nurdin akan diisi oleh Marsma TNI Ferry Yunaidi yang sebelumnya menjabat Dan Kosek II Koopsud II.
Sekadar informasi sebagaimana dilansir dari laman resmi Lanud Udara Roesmin Nurjadin, Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru yang dulunya terkenal dengan nama Pelabuhan Udara Simpang Tiga telah dioperasionalkan sejak zaman Penjajahan Belanda.
Perizinan penggunaan tanah untuk lapangan udara tersebut diberikan oleh Sultan Siak kepada Pemerintah Belanda yang tertuang dalam Surat Sultan Siak Nomor 9 tanggal 10 Juli 1930 yang diperbaharui tahun 1937, meliputi Timur - Barat 1.090 M dan Utara - Selatan 3.000 M.
Jenderal Bintang 1 TNI AU ini digeser dari Danlanud Sam Ratulangi menjadi Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau). Jabatan Danlanud Sam Ratulangi yang ditinggalkan Mujib diisi oleh Marsma TNI Ramot Christian Parlindungan Sinaga yang sebelumnya menjabat Danpusdik Kodiklatau.
Diketahui, Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi terletak di Sulawesi Utara, 13 km dari kota Nyiur Melambai Manado. Dilansir dari laman resmi TNI AU, Lanud ini adalah pangkalan pelaksana operasional yang berkedudukan langsung di bawah Komando Operasi TNI AU II dengan tugas pokok menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan di jajarannya serta membina potensi kedirgantaraan.
Berdirinya Lanud Sam Ratulangi ini berawal pada 1939 pemerintah Belanda membangun Lapangan Udara untuk kepentingan militernya. Di ujung selatan danau Tondano daerah Celebes. Landasan udara berukuran panjang 1.650 m dan lebar 90 m tersebut dikenal dengan nama Lapangan Udara Kalawiran.
Sekadar informasi sebagaimana dilansir dari laman resmi Lanud Udara Roesmin Nurjadin, Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru yang dulunya terkenal dengan nama Pelabuhan Udara Simpang Tiga telah dioperasionalkan sejak zaman Penjajahan Belanda.
Perizinan penggunaan tanah untuk lapangan udara tersebut diberikan oleh Sultan Siak kepada Pemerintah Belanda yang tertuang dalam Surat Sultan Siak Nomor 9 tanggal 10 Juli 1930 yang diperbaharui tahun 1937, meliputi Timur - Barat 1.090 M dan Utara - Selatan 3.000 M.
2. Marsma TNI Muhammad Mujib
Jenderal Bintang 1 TNI AU ini digeser dari Danlanud Sam Ratulangi menjadi Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau). Jabatan Danlanud Sam Ratulangi yang ditinggalkan Mujib diisi oleh Marsma TNI Ramot Christian Parlindungan Sinaga yang sebelumnya menjabat Danpusdik Kodiklatau.
Diketahui, Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi terletak di Sulawesi Utara, 13 km dari kota Nyiur Melambai Manado. Dilansir dari laman resmi TNI AU, Lanud ini adalah pangkalan pelaksana operasional yang berkedudukan langsung di bawah Komando Operasi TNI AU II dengan tugas pokok menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan di jajarannya serta membina potensi kedirgantaraan.
Berdirinya Lanud Sam Ratulangi ini berawal pada 1939 pemerintah Belanda membangun Lapangan Udara untuk kepentingan militernya. Di ujung selatan danau Tondano daerah Celebes. Landasan udara berukuran panjang 1.650 m dan lebar 90 m tersebut dikenal dengan nama Lapangan Udara Kalawiran.
Lihat Juga :