Perbandingan KSAD Dudung dan Agus Subiyanto, dari Pendidikan, Karier, hingga Penghargaan

Sabtu, 04 November 2023 - 06:04 WIB

a. Pendidikan

Agus Subiyanto mengawali pendidikannya di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi (1974-1980). Ia kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Cimahi (1980-1983) dan SMA 13 Bandung (1983-1986).

Selepas SMA, Agus Subiyanto mengikuti jejak ayahnya menjadi tentara. Agus Subiyanto melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1991. Agus kemudian mengikuti Kursus Dasar Kecabangan (Sussarcab) Infanteri Kopassus.

Agus terus mengembangkan diri dengan mengikuti beragam pendidikan militer. Antara lain Komando, Dik Free Fall, Dik PARA Madya, Diklapa I, Suslapa Infanteri (2000), Seskoad (2006), Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI (2015), dan Lemhannas (2019).

b. Karier

Agus Subiyanto mengawali karier di militer sebagai Pama Pussenif setelah lulus dari Akmil. Ia kemudian dipindah menjadi Pama Kopassus, Kasi Ops Sektor A di Timor Timur, Danyon 22 Grup 2 Kopassus, dan Kapen Kopassus.

Suami Evi Sophia Indra itu pertama kali dipercaya memimpin teritori saat diangkat menjadi Dandim 0735/Surakarta pada 2009. Agus Subiyanto kemudian dimutasi menjadi Waasops Kasdivif 2/Kostrad (2011–2014), Asops Kasdam I/Bukit Barisan (2014–2015), Dosen Madya Seskoad (2015), Pamen Denma Mabesad (2015–2016), dan Danrindam II/Sriwijaya (2016–2017).

Agus kemudian dipindah ke Palu, Sulawesi Tengah menjadi Danrem 132/Tadulako (2017–2018). Namun tak lama ditarik ke Jakarta menjadi Pamen Denma Mabesad (2018–2019), Wadanpussenif Kodiklatad (2019–2020), dan Danrem 061/Surya Kencana (2020).

Karier Agus terus menanjak. Ia dipercaya menjadi perisai hidup Presiden Jokowi dengan menjabat sebagai Danpaspampres 2020-2021. Selepas tugas di lingkaran Istana, Agus mendapat jabatan strategis menjadi Pangdam III/Siliwangi hingga Wakil KSAD. Puncaknya, Agus Subiyanto diangkat menjadi KSAD menggantikan Dudung Abdurachman.

c. Brevet dan Penghargaan

Sama seperti pendahulunya, Dudung Abdurachman, selama meniti karier militer, Agus juga mengoleksi banyak brevet dan penghargaan. Berikut ini di antaranya:

- Brevet Kualifikasi Komando Kopassus

- Brevet Free Fall

- Brevet Para Utama

- Pin Alumni Lemhannas

- Brevet Selam Kopassus

- Pin Setia Waspada Paspampres

- Basic Parachutist Badge (Royal Thai Army)

- Master Parachutist Badge (US Army)

- Master Parachutist Badge (Singapore Army)

- Bintang Dharma

- Bintang Yudha Dharma Pratama

- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama

- Bintang Yudha Dharma Nararya

- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya

- Satyalancana Dharma Bantala

- Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun

- Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun

- Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun

- Satyalancana Wira Nusa

- Satyalancana Wira Dharma

- Satyalancana Wira Siaga

- Satyalancana Ksatria Yudha

- Satyalancana Seroja (Ulangan I)

- Satyalancana Dwidya Sistha

Agus Subiyanto pernah mengikuti Novelty Shot Exhibition. Dia keluar sebagai juara pada Novelty Shot Exhibition pada lomba khusus yang digelar pada pembukaan AARM ke-30 pada 2022 di National Military Training Center, Hanoi, Vietnam. Tidak hanya itu, dia juga pernah diterjunkan ke medan operasi saat Operasi Seroja dan Operasi Tinombala.

Demikian perbandingan Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Jenderal TNI Agus Subiyanto dari segi pendidikan, karier, brevet, dan penghargaan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!