Perbandingan KSAD Dudung dan Agus Subiyanto, dari Pendidikan, Karier, hingga Penghargaan

Sabtu, 04 November 2023 - 06:04 WIB
- Bintang Bhayangkara Utama

- Bintang Yudha Dharma Pratama

- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama

- Bintang Yudha Dharma Nararya

- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya

- Satyalancana Kesetiaan 32 Tahun

- Satyalancana Dharma Bantala

- Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun

- Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun

- Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun

- Satyalancana Seroja

- Satyalancana Dharma Nusa

- Satyalancana Dwidya Sistha

- Satyalancana Santi Dharma

Selain itu, Dudung juga mengoleksi empat brevet di dada kanan:

- Brevet Junior Officer Combat - Instructor Training – Indonesia (JOCIT-I)

- Master Parachutist Badge (US Army)

- Air Assault Badge (US Army)

- Wing Penerbang TNI AD Kelas I (2022)

Dudung juga mendapatkan tujuh brevet kehormatan dalam dua tahun terakhir:

- Brevet Astros (2022)

- Wing Penerbang TNI AU Kelas I (2022)

- Armed Forces of the Philippines (2022)

- Master Parachutist Badge - Singapore Army (2022)

- Brevet Hiu Kencana (2022)

- Brevet Intai Amfibi Korps Marinir (2023)

- Brevet Anti-Teror Aspek Laut (2023)

2. Jenderal TNI Agus Subiyanto



FOTO/TNI AD

Agus Subiyanto lahir di Cimahi, Jawa Barat, 5 Agustus 1967. Ayahnya, Dedi Unadi merupakan anggota TNI yang berpangkat terakhir Sersan Kepala (Serka).

Masa kecil Agus diwarnai kehidupan pahit dan getir. Ibunya pergi meninggalkan keluarga saat usianya belum genap 5 tahun. Ia pun terpaksa tumbuh bersama ayah, adik, dan ibu tiri dalam hubungan yang kurang harmonis.

Ketika menginjak remaja, tepatnya ketika kelas 2 SMA, masa yang sangat membutuhkan pendampingan orang tua, Agus harus kehilangan ayah yang sangat dicintainya. Ayahnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Setamat SMA, Agus mengalami kejadian yang menguatkan keinginan menjadi seorang tentara. Ia bersama teman-temannya digelandang ke Kantor Denpom di Jalan Gatot Subroto Cimahi gara-gara berboncengan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Di tempat itu, Agus menerima tendangan di perut, pinggang, dan tulang kering.

Situasi itu membuat Agus teringat pesan yang kerap disampaikan ayahnya. "Kamu nanti masuk Akabri saja, Gus," ungkap Agus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!