Calon dari Klan Politik Dinasti Lebih Berpeluang Menangkan Pilkada
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:29 WIB
Yoes mengungkapkan dalam tiga gelaran pilkada terakhir, 2015, 2017, dan 2018, ada 28 pilkada dengan calon tunggal. Rinciannya, pada 2015 ada 3, 2017 ada 9, dan 2018 ada 16 pilkada.
Hampir semuanya memenangkan pertarungan. Hanya satu yang kalah di pilkada Kota Makassar. Paslon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi tumbang dengan perolehan suara 47% dan kotak kosong memperoleh 53% suara.
Pilkada Kota Makassar menggabungkan dua fenomena sekaligus pertarungan tanpa lawan dan dinasti politik. Munafri merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.(Baca juga: PDIP Sebut Tudingan Politik Dinasti untuk Gibran Tak Mendasar )
Yoes menerangkan pilkada lawan kotak dengan perolehan suara tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Pasangan John Banua dan Mathin Yogobi meraup 99,13% suara.
"Di Jayawijaya masih menggunakan sistem noken. Ini analisisnya harus dipisahkan. Perolehan suara terendah (pilkada tunggal) itu 46,77%. Nilai tengah perolehan suara calon tunggal ada di angka 78,68%," katanya.
Hampir semuanya memenangkan pertarungan. Hanya satu yang kalah di pilkada Kota Makassar. Paslon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi tumbang dengan perolehan suara 47% dan kotak kosong memperoleh 53% suara.
Pilkada Kota Makassar menggabungkan dua fenomena sekaligus pertarungan tanpa lawan dan dinasti politik. Munafri merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.(Baca juga: PDIP Sebut Tudingan Politik Dinasti untuk Gibran Tak Mendasar )
Yoes menerangkan pilkada lawan kotak dengan perolehan suara tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Pasangan John Banua dan Mathin Yogobi meraup 99,13% suara.
"Di Jayawijaya masih menggunakan sistem noken. Ini analisisnya harus dipisahkan. Perolehan suara terendah (pilkada tunggal) itu 46,77%. Nilai tengah perolehan suara calon tunggal ada di angka 78,68%," katanya.
(abd)
Lihat Juga :