Pengamat: Pendekatan Interagency Dinilai Tepat untuk Hadapi Ancaman Terorisme

Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:14 WIB
"Ini adalah orang-orang yang kehilangan ‘moral compass’ yang dapat terjadi pada seseorang dengan berbagai macam latar belakang," katanya.

Baca juga: Pimpin Apel Pasukan Mantap Brata, Kapolri Pastikan Pemilu 2024 Berjalan Aman

Kedua, adanya narasi-narasi yang membenarkan alienasi pada dirinya, khususnya yang berbasis ideologi agama atau politik untuk menguatkan tindakan kekerasan kepada pihak-pihak yang dianggap mengakibatkan proses alienasi tersebut.

" Ketiga adanya jaringan sosial yang memiliki pemahaman yang sama dengan dirinya yang secara gradual menguatkan dan membenarkan narasi-narasi tersebut," katanya.

Keempat, adanya enabling environment atau kondisi yang memungkinkan bagi jaringan untuk narasi dan ideologi tersebut berkembang. Enabling Environment tidak harus langsung bersentuhan dengan jaringan, namun memberi sinyal bahwa jaringan ini aman dan eksis.

"Untuk itu, proses deradikalisasi dan disengagement perlu menargetkan keempat unsur di atas. Khususnya menghilangkan enabling environment, membatasi atau menghancurkan jaringan yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya orang yang kehilangan moral compass dan secara gradual memilih jalan kekerasan yang menurut dia dibenarkan oleh ideologi yang dianut," kata pengamat militer dan intelijen ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!