Tanggapi Isu Gibran Digandeng Prabowo, Hasto: Kader PDIP Satu Kata dan Perbuatan
Kamis, 12 Oktober 2023 - 10:15 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi isu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bakal digandeng Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka santer diisukan akan digandeng Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024 . Padahal saat ini Gibran merupakan kader Partai Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menanggapi isu tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kader-kader partai sudah digembleng, secara baik melalui mekanisme kaderisasi yang sistemik. Penggemblengan itu dari sisi mentalitas, spiritualitas, dan komitmennya terhadap partai sehingga antara kata dan perbuatan sama.
"Ya seluruh kader PDIP ini sudah digembleng mentalnya, sudah digembleng spiritualitasnya, sudah digembleng komitmennya. Satu kata dan perbuatannya," kata Hasto di Jakarta, Rabu (11/10/2023). Baca juga: Sambangi Kedubes Palestina, Sekjen PDIP Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina
Karena itu, menurut dia, PDIP sebagai partai politik membangun sebuah budaya kader yang disertai dengan loyalitas, kesadaran untuk menyatu dengan rakyat, dan mengemban amanah kekuasaan untuk kepentingan masyarakat. "Jangankan kekuasaan, Bung Karno mengatakan ilmu pengetahuan saja hanya berguna apabila untuk amal kemanusiaan," ujarnya.
Menanggapi isu tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kader-kader partai sudah digembleng, secara baik melalui mekanisme kaderisasi yang sistemik. Penggemblengan itu dari sisi mentalitas, spiritualitas, dan komitmennya terhadap partai sehingga antara kata dan perbuatan sama.
"Ya seluruh kader PDIP ini sudah digembleng mentalnya, sudah digembleng spiritualitasnya, sudah digembleng komitmennya. Satu kata dan perbuatannya," kata Hasto di Jakarta, Rabu (11/10/2023). Baca juga: Sambangi Kedubes Palestina, Sekjen PDIP Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina
Karena itu, menurut dia, PDIP sebagai partai politik membangun sebuah budaya kader yang disertai dengan loyalitas, kesadaran untuk menyatu dengan rakyat, dan mengemban amanah kekuasaan untuk kepentingan masyarakat. "Jangankan kekuasaan, Bung Karno mengatakan ilmu pengetahuan saja hanya berguna apabila untuk amal kemanusiaan," ujarnya.
Lihat Juga :