Uji Emisi Jadi Syarat Perpanjang STNK, Menteri LHK Diminta Tak Susahkan Masyarakat
Jum'at, 01 September 2023 - 22:12 WIB
"Sejauh ini berdasarkan data BMKG, jumlah hotspot kebakaran sudah di atas 5.000 titik api sampai dengan hari ini. Titik kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera terparah. Angin yang berembus dari barat ke timur dan agak keselatan ini membawa asap kebakaran hutan tersebut ke pesisir Pulau Jawa termasuk Jabodetabek,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa BHS ini menilai, Menteri LHK seharusnya sudah sangat paham siklus asap tahunan karena sudah berkali-kali terjadi kebakaran hutan di tahun-tahun sebelumnya. Kebakaran tersebut selalu membawa dampak polusi udara di atas ambang batas di wilayah Jabodetabek setiap Juli-Agustus.
BHS menyebut, pada 2015, 2017, dan 2019 hutan Indonesia selalu terbakar pada periode Juli-Agustus akibat kemarau yang dimulai Mei-Juni. Hal itu selalu mengakibatkan pencemaran udara di Jabodetabek, Semarang dan Surabaya.
"Ini, bukannya ditangani, melainkan selalu menyalahkan dan menyudutkan masyarakat mulai dari emisi gas buang, asap industri yang berlebihan dan lain lain," ucapnya.
Alumnus ITS Surabaya ini juga mempertanyakan munculnya wacana kendaraan listrik untuk mengatasi polusi udara. Menurut dia, seharusnya semua pemegang kebijakan paham saat musim hujan tiba tidak akan ada masalah pencemaran udara lagi karena hutan-hutan yang terbakar mulai padam akibat guyuran hujan.
Pria yang akrab disapa BHS ini menilai, Menteri LHK seharusnya sudah sangat paham siklus asap tahunan karena sudah berkali-kali terjadi kebakaran hutan di tahun-tahun sebelumnya. Kebakaran tersebut selalu membawa dampak polusi udara di atas ambang batas di wilayah Jabodetabek setiap Juli-Agustus.
BHS menyebut, pada 2015, 2017, dan 2019 hutan Indonesia selalu terbakar pada periode Juli-Agustus akibat kemarau yang dimulai Mei-Juni. Hal itu selalu mengakibatkan pencemaran udara di Jabodetabek, Semarang dan Surabaya.
"Ini, bukannya ditangani, melainkan selalu menyalahkan dan menyudutkan masyarakat mulai dari emisi gas buang, asap industri yang berlebihan dan lain lain," ucapnya.
Alumnus ITS Surabaya ini juga mempertanyakan munculnya wacana kendaraan listrik untuk mengatasi polusi udara. Menurut dia, seharusnya semua pemegang kebijakan paham saat musim hujan tiba tidak akan ada masalah pencemaran udara lagi karena hutan-hutan yang terbakar mulai padam akibat guyuran hujan.
Lihat Juga :