Gus Jazil Bangga Perbedaan dan Keberagaman Menjadi Penguat Masyarakat Flores

Kamis, 30 Juli 2020 - 10:07 WIB
Menurut Gus Jazil, menyosialisasikan Empat Pilar merupakan amanat yang wajib dilakukan anggota MPR berdasarkan UU MD3. "Ini tugas saya selaku Anggota dan Pimpinan MPR," ujar pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (Baca juga: Bamsoet Ajak Kaum Muda Sosialisasikan Empat Pilar MPR Melalui Media Sosial ).

Sebagai nahdliyin, Gus Jazil menyebut sebutan Empat Pilar di organisasi ini kerap dilafalkan dengan Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD NRI Tahun 1945 atau disingkat 'PBNU'. "Bangsa Indonesia lestari kalau PBNU kuat. Kalau PBNU lemah maka kondisi bangsa ini sebaliknya," katanya.

Menurut Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu, masyarakat harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Kebanggaan perlu disyukuri sebab banyak negara belajar toleransi kepada bangsa Indonesia. "Soal toleransi, kita menjadi rujukan bangsa lain."

Ia mencontohkan Afghanistan pernah belajar soal toleransi di Indonesia. Padahal, menurut Gus Jazil, Indonesia terdiri dari ribuan pulau, beragam agama, bahasa, dan budaya. "Kekayaan dan keberagaman menjadi perekat," ucapnya. (Baca juga: Menjaga Situs Bung Karno di Ende, Gus Jazil: Anak dan Cucu Harus Paham Sejarah ).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Jazil juga menyampaikan fungsi dan tugas kedudukan MPR. Disampaikan kepada peserta sosialisasi, MPR di masa lalu dan masa saat ini berbeda. Di masa lalu, MPR merupakan lembaga tertinggi. Presiden pada masa itu adalah mandataris MPR. "Presiden saat itu dipilih oleh MPR."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!