Pidato Anas Urbaningrum di Monas Dinilai untuk Melunasi Janji
Senin, 17 Juli 2023 - 00:35 WIB
Baca Juga: Ini Alasan Anas Urbaningrum Kembali Terjun ke Politik
"Ternyata fakta di persidangan justru tidak terungkap keterlibatan Anas di Hambalang. Masih ingat kan di sprindik muncul frasa dan proyek-proyek lain, kan aneh. Nah itu jelas dipaksakan, kriminalisasi namanya, karena Mas Anas seperti bayi lahir tapi tak diinginkan saat itu," kata Romadhon.
Aktivis asal Madura itu menganggap Anas Urbaningrum adalah korban politik rezim penguasa saat itu yang merasa tidak nyaman dan tidak puas dengan keberadaan Anas, terutama pasca terpilih sebagai ketua umum partai. Itu sebabnya, pelbagai operasi politik dilakukan untuk menjegal dan mengakhiri kekuasaan Anas sehingga dilengserkan dari pucuk pimpinan partai.
"Yang pasti operasi politik untuk membunuh karir dan masa depan politik AU sangat kejam, bahkan segala cara yang ditempuh. Mereka pakai tangan KPK. Ini jelas intervensi penguasa terhadap penegakan hukum saat itu. Artinya AU ini memang tokoh muda yang terlampau bersinar sehingga tak diinginkan kehadirannya," tandasnya.
Oleh karena itu, kata Romadhon, pidato Anas Urbaningrum di Monas merupakan penegasan kepada publik tentang peristiwa hukum bercampur politik yang dialaminya beberapa tahun lalu, tidak boleh terjadi lagi pada anak bangsa yang lain.
"Ternyata fakta di persidangan justru tidak terungkap keterlibatan Anas di Hambalang. Masih ingat kan di sprindik muncul frasa dan proyek-proyek lain, kan aneh. Nah itu jelas dipaksakan, kriminalisasi namanya, karena Mas Anas seperti bayi lahir tapi tak diinginkan saat itu," kata Romadhon.
Aktivis asal Madura itu menganggap Anas Urbaningrum adalah korban politik rezim penguasa saat itu yang merasa tidak nyaman dan tidak puas dengan keberadaan Anas, terutama pasca terpilih sebagai ketua umum partai. Itu sebabnya, pelbagai operasi politik dilakukan untuk menjegal dan mengakhiri kekuasaan Anas sehingga dilengserkan dari pucuk pimpinan partai.
"Yang pasti operasi politik untuk membunuh karir dan masa depan politik AU sangat kejam, bahkan segala cara yang ditempuh. Mereka pakai tangan KPK. Ini jelas intervensi penguasa terhadap penegakan hukum saat itu. Artinya AU ini memang tokoh muda yang terlampau bersinar sehingga tak diinginkan kehadirannya," tandasnya.
Oleh karena itu, kata Romadhon, pidato Anas Urbaningrum di Monas merupakan penegasan kepada publik tentang peristiwa hukum bercampur politik yang dialaminya beberapa tahun lalu, tidak boleh terjadi lagi pada anak bangsa yang lain.
Lihat Juga :