Kandidat Doktor Fisip UI Ini Ungkap Soal Pancasila, Muhammadiyah dan NU

Selasa, 28 Juli 2020 - 04:53 WIB
(Baca juga: PKS Desak Pemerintah Berikan Akses Internet Yang Murah Bagi Para Siswa-Siswi)

Ia menambahkan, pemahaman dan sikap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) atas Pancasila sebagai pilihan terbaik dan final merupakan hasil penafsiran ayat Alquran dan refleksi kedua organisasi Islam terbesar Indonesia tersebut atas Pancasila.

Muhammadiyah merujuk pada Alquran Surat Saba’ Ayat 15 “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”, yang artinya: sebuah negeri yang baik dan berada dalam ampunan Allah Swt. Kalimat tersebut oleh Muhammadiyah ditafsirkan sebagai Negara Pancasila. Sedangkan NU mengacu pada al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 30: "Khalifah fil ardhi", khalifah ditafsirkan NU sebagai melaksanakan amanat Allah melalui NKRI dan Pancasila.

"Pancasila sebagai pilihan terbaik dalam pandangan Muhammadiyah dan NU bukanlah pandangan politik yang didasarkan atas kepentingan pragmatis dan jangka pendek. Pandangan kedua organisasi Islam moderat ini dihasilkan melalui proses refleksi dan dialektika keduanya atas sejarah lahirnya Pancasila di mana tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU terlibat langsung dalam proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara," ucap Said.

"Selain itu, secara kontekstual peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU atas Pancasila juga merupakan perlawanan kedua organisasi Islam ini terhadap upaya-upaya kelompok-kelompok tertentu yang hendak mengganti dan mengubah Pancasila," ungkapnya.

Selain meneguhkan pandangan dan sikap tentang Pancasila sebagai pilihan terbaik dan final, dalam disertasinya diuraikan pula mengenai pandangan Muhammadiyah dan NU mengenai jihad dan toleransi terhadap non-muslim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!