Survei Warna Institute: Pemilih Perempuan Inginkan Airlangga Maju di Pilpres 2024
Rabu, 28 Juni 2023 - 11:05 WIB
Jumlah pemilih perempuan lebih banyak sekitar 126 ribu dibanding pria, yaitu pemilih perempuan di dalam negeri mencapai 92.929.422. Oleh karena itu, kata Frika, sangat menarik untuk mengukur Preferensi dan Rasionalisasi Pilihan Politik Kaum Perempuan pada Pemilu 2024.
Hasil penelitian Warna Institut menyatakan bahwa 80,6% kaum perempuan tidak suka dengan gaya kampanye relawan relawan bakal capres yang isinya politik identitas dan saling mendiskreditkan bakal capres lainnya.
Lalu, sebanyak 86,7% tidak menyukai bakal capres yang ambisius dan hanya pencitraan. Kemudian sebanyak 87,8% kaum wanita menyukai dan menerima tokoh yang punya rekam jejak kinerja yang berdampak pada ekonomi keluarga kaum perempuan.
"Dari empat tokoh yang disodorkan untuk dipilih oleh kaum perempuan, maka hasilnya 54,9 persen menyatakan kinerja Airlangga Hartarto selama menjabat sebagai Menko Perekonomian paling berpengaruh positif terhadap kehidupan ekonomi keluarga mereka," jelasnya.
Lalu sebanyak 11,8% kaum perempuan menyatakan merasakan kinerja dan program Prabowo Subianto sebagai Menhan, 5,3% kaum perempuan menyatakan merasakan pengaruh dari program dan kinerja Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jawa Tengah, dan sebanyak 3,4% kaum perempuan menyatakan merasakan kinerja dan program Anies Baswedan selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan sebanyak 24,6% tidak menjawab.
"Untuk sosok Presiden pengganti Jokowi yang diharapkan oleh kaum perempuan, dalam penelitian ini sebanyak 70,6 persen menginginkan Presiden yang mampu mengelola perekonomian nasional sehingga berdampak bagi tingkat pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka," tuturnya.
Lalu, sebanyak 12,6% menginginkan Presiden yang tegas dan berani, sebanyak 7,7% menginginkan Presiden yang merakyat, dan sebanyak 9,1% tidak menjawab.
Hasil penelitian Warna Institut menyatakan bahwa 80,6% kaum perempuan tidak suka dengan gaya kampanye relawan relawan bakal capres yang isinya politik identitas dan saling mendiskreditkan bakal capres lainnya.
Lalu, sebanyak 86,7% tidak menyukai bakal capres yang ambisius dan hanya pencitraan. Kemudian sebanyak 87,8% kaum wanita menyukai dan menerima tokoh yang punya rekam jejak kinerja yang berdampak pada ekonomi keluarga kaum perempuan.
"Dari empat tokoh yang disodorkan untuk dipilih oleh kaum perempuan, maka hasilnya 54,9 persen menyatakan kinerja Airlangga Hartarto selama menjabat sebagai Menko Perekonomian paling berpengaruh positif terhadap kehidupan ekonomi keluarga mereka," jelasnya.
Lalu sebanyak 11,8% kaum perempuan menyatakan merasakan kinerja dan program Prabowo Subianto sebagai Menhan, 5,3% kaum perempuan menyatakan merasakan pengaruh dari program dan kinerja Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jawa Tengah, dan sebanyak 3,4% kaum perempuan menyatakan merasakan kinerja dan program Anies Baswedan selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan sebanyak 24,6% tidak menjawab.
"Untuk sosok Presiden pengganti Jokowi yang diharapkan oleh kaum perempuan, dalam penelitian ini sebanyak 70,6 persen menginginkan Presiden yang mampu mengelola perekonomian nasional sehingga berdampak bagi tingkat pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka," tuturnya.
Lalu, sebanyak 12,6% menginginkan Presiden yang tegas dan berani, sebanyak 7,7% menginginkan Presiden yang merakyat, dan sebanyak 9,1% tidak menjawab.
Lihat Juga :