Pemerintah Perlu Gaungkan Narasi Positif untuk Imbangi Isu People Power

Kamis, 22 Juni 2023 - 21:01 WIB
Ketidakpuasan kelompok terhadap pemerintah selalu dibarengi dengan narasi bahwa pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal dalam menyejahterakan rakyatnya. Menghadapi gerakan ini diperlukan narasi antitesisnya, yaitu seruan untuk mendukung pemerintah karena masyarakatnya bahagia, sejahtera, nyaman, dan tetap dalam kebhinekaan di bawah kepemimpinan presiden saat ini.

"Saya kira perlu juga digerakkan people power yang mendukung Pemerintah. Supaya pengertian people power ini tidak hanya dimaknai sebagai menurunkan pemerintah. Mari kita berdemo people power dengan kekuatan rakyat untuk mendukung pemerintah karena kinerjanya yang sangat luar biasa di bawah kepemimpinan Pak Joko Widodo," ujarnya.

Terkait politik identitas yang kerap menyertai narasi people power, Direktur Eksekutif Emrus Corner itu menegaskan, dalam segala hal, khususnya Pemilu, tidak boleh ada politik identitas. Menurutnya, manusia lahir sejak lahir memiliki identitas berbeda satu dengan lainnya.

"Dua manusia kembar ke bumi yang sama, pasti tidak sama identitasnya. Laki-laki dan perempuan, apakah identitasnya sama? Sesama perempuan saja punya identitas yang berbeda, apalagi dengan yang berbeda gendernya," katanya.

Menurut Emrus, orang yang mempertentangkan identitas, tidak paham tentang hakikat manusia. Sayangnya seruan people power dalam pengertian negatif, seringkali dibumbui dengan isu politik identitas yang sempit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!