Corona Bikin Masyarakat Tertekan, Kasus KDRT Marak

Rabu, 29 April 2020 - 14:03 WIB
“Jika masyarakat tidak bisa menjaga psikologi mereka sendiri. Maka ada kecenderungan bahwa imunitas tubuh menjadi menurun. Justru hal itu yang menyebabkan seseorang terkena covid19 dan akhirnya menjadi lemah,” ujarnya. (Baca juga: Corona Terus Meluas, DPR Minta Digelar Tes di Tiap Kelurahan Berzona Merah )

Banyaknya laporan kekerasan ini, dibenarkan oleh Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Dia mengatakan berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) dan berbagai mitra, ada ratusan laporan tindak kekerasan selama masa pandemi Corona.

“Berdasarkan data Simfoni PPPA tanggal 2 Maret - 25 April 2020 tercatat ada 275 kasus kekerasan yang dialami perempuan dewasa. Dengan total korban 277 orang. Demikian juga berkaitan dengan anak ada 368 kasus kekerasan anak dengan korban 407 anak,” tuturnya.

Dia mengapresiasi langkah KSP untuk meluncurkan layanan Sejiwa. Pasalnya layanan ini sangat dibutuhkan pada situasi yang sulit ini.

“Tentunya akan memberi tempat bagi perempuan apakah korban KDRT, perempuan pekerja migran, perempuan disabilitas, dan anak yang butuh perlindungan khusus seperti anak korban kekerasan, ekspolitasi, perlakuan salah, dan penelantaran baik secara online atau offline,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!