Mengenal Meatimiarang, Pulau Kecil Terluar NKRI yang Disambangi Mahfud dan Tito
Kamis, 15 Juni 2023 - 17:53 WIB
Usai mengunjungi Pulau Meatimiarang, di hari yang sama, Mahfud dan Tito beserta rombongan menuju ke Pulau Moa, persisnya di Kecamatan Tiakur, ibu kota MBD. Dari tempat ini, Mahfud dan Tito melakukan seremoni pencanangan Gerbangdutas 2023.
Dalam pengarahannya, Mahfud MD selaku Ketua Pengarah BNPP, mengatakan bahwa perbatasan negara merupakan beranda depan yang merepresentasikan wajah bangsa dan kemajuan Indonesia.
Oleh karenanya, ujar Mahfud, Pemerintah telah memutuskan bahwa pembangunan perbatasan merupakan prioritas nasional, dan Presiden Joko Widodo juga sangat menaruh perhatian besar dalam upaya membangun perbatasan.
“Secara tegas Presiden menyatakan bahwa negara harus hadir di perbatasan agar masyarakat Indonesia di perbatasan, pulau-pulau terluar merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan nasional dan merasa bangga menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Mahfud.
Sesuai pernyataan Presiden, Mahfud menegaskan, bahwa BNPP siap menghadirkan buah pembangunan nasional di Kabupaten Maluku Barat Daya, dan agar masyarakat di perbatasan dan pulau-pulau terluar, di Pulau Leti, Pulau Meatimiarang, Pulau Kisar dan Pulau Lirang merasa bangga menjadi warga NKRI.
Pada 2023, lanjut Mahfud, Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp7,717 triliun lebih untuk membangun perbatasan di 15 provinsi, 54 kabupan/kota pada 222 kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri), termasuk di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Hal tersebut harus kita kawal bersama sehingga alokasi anggaran dapat secara optimal digunakan dan kemajuan yang telah kita capai bersama dalam upaya membangun perbatasan dapat kita tingkatkan,” tandasnya.
Dalam pengarahannya, Mahfud MD selaku Ketua Pengarah BNPP, mengatakan bahwa perbatasan negara merupakan beranda depan yang merepresentasikan wajah bangsa dan kemajuan Indonesia.
Oleh karenanya, ujar Mahfud, Pemerintah telah memutuskan bahwa pembangunan perbatasan merupakan prioritas nasional, dan Presiden Joko Widodo juga sangat menaruh perhatian besar dalam upaya membangun perbatasan.
“Secara tegas Presiden menyatakan bahwa negara harus hadir di perbatasan agar masyarakat Indonesia di perbatasan, pulau-pulau terluar merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan nasional dan merasa bangga menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Mahfud.
Sesuai pernyataan Presiden, Mahfud menegaskan, bahwa BNPP siap menghadirkan buah pembangunan nasional di Kabupaten Maluku Barat Daya, dan agar masyarakat di perbatasan dan pulau-pulau terluar, di Pulau Leti, Pulau Meatimiarang, Pulau Kisar dan Pulau Lirang merasa bangga menjadi warga NKRI.
Pada 2023, lanjut Mahfud, Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp7,717 triliun lebih untuk membangun perbatasan di 15 provinsi, 54 kabupan/kota pada 222 kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri), termasuk di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Hal tersebut harus kita kawal bersama sehingga alokasi anggaran dapat secara optimal digunakan dan kemajuan yang telah kita capai bersama dalam upaya membangun perbatasan dapat kita tingkatkan,” tandasnya.
(hdr)
Lihat Juga :