Kompetisi

Kamis, 15 Juni 2023 - 08:10 WIB
Olimpiade juga adalah salah satu cara manusia untuk mengatur hasrat untuk menjadi sang juara. Even Olimpiade punya sejarah yang sangat panjang sejak ribuan tahun lalu, tepatnya pada 776 SM. Ia berasal dari pedesaan Olympia Yunani Kuno. Even ini didekasikan untuk menghormati Dewa Zeus. Olimpiade diselenggarakan untuk mencari apa yang disebut "manusia unggul" melalui sebuah kejuaraan. Coroebus, seorang pembuat roti, tercatat sebagai manusia pertama yang memenangkan Olimpiade 776 SM itu.

Sekalipun pada 391 M penyelenggaraan Olimpiade pernah dilarang oleh Kaisar Romawi Kristen, Theodosius, karena dianggap sebagai sisa-sisa ritual pagan, namun tunas Olimpiade terus tumbuh. Hasrat manusia untuk menjadi juara terus mencari cara untuk bisa diwujudkan. Akhirnya, pada 1896, Kota Athena, Yunani, menjadi saksi penyelenggaraan Olimpiade modern pertama yang terus berlanjut hingga kini.

Saat ini, istilah Olimpiade memiliki gengsinya sendiri. Orang yang juara di even Olimpiade dianggap sebagai manusia unggul sejagad. Sebegitu gengsinya, istilah ini kemudian digunakan untuk berbagai ragam perlombaan yang diniati sebagai even bergengsi.

Hari ini, Direktorat Diktis, Ditjen Pendis, Kemenag RI, menyelenggarakan sebuah Olimpiade yang diberi nama OASE (Olimpiade Agama, Sains, dan Riset). UIN Syarif Hidayatullah menjadi tuan rumah penyelenggaraan even dua tahunan untuk mencati mahasiswa-mahasiswa unggul di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia.

Tak ada ritual persembahan kepada Dewa Zeus, tak ada pula ketelanjangan tubuh. Yang ada hanyalah kompetisi yang diperuntukkan bahwa para mahasiswa PTKI untuk membuktikan diri bahwa mereka adalah bibit-bibit unggul di bidang ilmu agama dan sains, yang siap mendedikasikan dirinya untuk keunggulan Indonesia di masa depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!